Tanggapi Keresahan Presiden Soal Piala Dunia, Menpora: Bentuk Perhatian

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga Suyadi Prawiro (kiri) dan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Teuku Arlan Perkasa Lukman (kanan) memberikan keterangan kepada awak me

Tanggapi Keresahan Presiden Soal Piala Dunia, Menpora: Bentuk Perhatian

Muhamad Marup • 10 July 2026 20:30

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menanggapi keresahan Presiden Prabowo Subianto perihal tim nasional sepak bola Indonesia belum berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, keresahan tersebut sebagai bentuk perhatian Kepala Negara atas perkembangan olahraga tanah air.

"Bapak Presiden (Prabowo Subianto) secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk citra dan kehormatan bangsa," kata Erick Thohir, dikutip dari Antara, Jumat, 10 Juli 2026, di Jakarta.

Sebelumnya, Presiden mengungkap keresahannya soal timnas yang gagal ke Piala Dunia 2026 saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Erick menyebut, keresahan Presiden menunjukkan bahwa Kepala Negara sangat memahami peranan olahraga dalam rangka mengangkat kehormatan bangsa di pentas dunia.

Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Tak Gentar Hadapi Vietnam

Timnas Indonesia. Dok Timnas Indonesia.


Ia menambahkan, Presiden juga sangat memahami pentingnya pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk mempersiapkan para atlet agar bisa berprestasi di panggung internasional.

"Intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek, itu kan kira-kira yang beliau (Presiden Prabowo Subiantio) sampaikan gitu. Dan alhamdulillah beliau juga menyebutkan Pak Menkeu, nah kan jadi sesuai gitu," katanya merujuk pada pentingnya dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemusatan latihan jangka panjang.

Menpora menambahkan pihaknya terus mendorong pelatnas jangka panjang karena para atlet harus dipersiapkan secara matang untuk bisa meraih mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade. "Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru disiapkan 2031, enggak mungkin. Tahun depan SEA Games, enggak ada pelatnas tahun ini, enggak mungkin. Asian Games tinggal September, tidak mungkin pelatnas berhenti harus jalan," tuturnya.

(Muhamad Marup)