Hamas Desak Dunia Bertindak atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza

Seorang pejuang Hamas bersiaga di dekat sebuah ambulans di Gaza. (Anadolu Agency)

Hamas Desak Dunia Bertindak atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza

Dimas Chairullah • 12 April 2026 12:53

Gaza: Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menuduh Israel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza setelah serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Sabtu, 11 April.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut serangan terbaru di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, sebagai “pembantaian mengerikan” setelah enam warga sipil dilaporkan tewas.

“Pendudukan Zionis melakukan pembantaian dengan membunuh enam warga sipil di kamp Bureij. Ini adalah kelanjutan dari perang genosida yang belum berhenti,” ujar Qassem, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 12 April 2026.

Sumber medis menyebutkan, serangan terjadi sebelum fajar dan menyasar kerumunan warga sipil. Selain korban tewas, sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Di lokasi terpisah, seorang warga Palestina juga dilaporkan tewas dalam serangan di Beit Lahia, Gaza utara. Data tim medis mencatat total korban tewas sejak subuh hingga Sabtu siang mencapai tujuh orang.

Hamas mendesak negara-negara mediator dan penjamin gencatan senjata untuk segera mengambil langkah tegas. Qassem menegaskan bahwa Israel harus dipaksa menjalankan fase pertama kesepakatan, termasuk menghentikan seluruh pelanggaran sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Kementerian Luar Negeri Palestina turut mengutuk serangan tersebut dan menyerukan perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina serta pemberian sanksi terhadap Israel.

Dalam pernyataannya, kementerian menyebut insiden di Bureij sebagai bagian dari agresi berkelanjutan terhadap rakyat Palestina.

Sejak konflik kembali memanas pada Oktober 2023, korban jiwa dilaporkan telah melampaui 72.000 orang, dengan lebih dari 171.000 lainnya mengalami luka-luka.

Meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah diberlakukan sejak Oktober tahun lalu, kekerasan dilaporkan masih terus terjadi. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 749 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka sejak kesepakatan itu mulai berlaku.

Baca juga:  Serangan Israel di Dekat Sekolah Gaza yang Dijadikan Pengungsian Tewaskan 10 Orang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)