Direktur Center for Southeast Asian Studies dari National Institute of International Strategy CASS, Prof. Dr. Xu Liping, dalam acara di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Metrotvnews.com)
Tiongkok Usulkan Sinergi Indonesia Emas 2045 dengan Rencana Pembangunan 2026–2030
Willy Haryono • 24 June 2026 13:56
Jakarta: Sinergi strategis antara Visi Indonesia Emas 2045 dan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026–2030) menjadi fokus utama dalam perumusan arah kerja sama bilateral kedua negara pasca-2026.
Langkah krusial ini dibahas secara mendalam dalam Tiongkok-Indonesia Think Tank and Media Forum yang berlangsung di Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Direktur Center for Southeast Asian Studies dari National Institute of International Strategy CASS, Prof. Dr. Xu Liping menyatakan bahwa kedua negara perlu menyelaraskan rencana pembangunan jangka panjang demi mencapai modernisasi bersama.
Keselarasan target tersebut dinilai sangat berpotensi karena Indonesia dan Tiongkok memiliki ikatan sejarah yang kuat serta nilai budaya yang mirip.
"Bagaimana mendorong penyelarasan antara Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok dengan Visi Indonesia Emas 2045 harus difokuskan pada tiga bidang prioritas utama, yaitu ekonomi digital, ekonomi hijau, dan hilirisasi industri," ujar Xu Liping dalam pemaparannya.
Xu Liping juga menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai salah satu kunci utama modernisasi di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini akan saling melengkapi mengingat Tiongkok memiliki keunggulan teknologi dan investasi, sementara Indonesia kaya akan sumber daya tambang dan potensi pasar yang besar.
Selain sektor ekonomi, forum strategis yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dan Asosiasi Diplomasi Publik China (CPDA) ini juga menyoroti pentingnya penguatan hubungan sosial budaya serta komunikasi politik tingkat tinggi.
Penguatan berbagai aspek tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik di tengah ketidakpastian geopolitik global. (Keysa Qanita)
Baca juga: BP BUMN: Ketahanan Pangan, Energi, dan SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045