Karin Novilda alias Awkarin. Foto: Instagram @narinkovilda.
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi terkait Kasus Hanania Travel
Fachri Audhia Hafiez • 29 June 2026 19:04
Jakarta: Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memeriksa selebgram Karin Novilda alias Awkarin terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah oleh biro perjalanan umrah Hanania Travel, Senin sore, 29 Juni 2026. Influencer itu hadir memenuhi panggilan setelah sebelumnya sempat mengajukan penjadwalan ulang.
"Diketahui bahwa pukul 16.30 ya, baru hadir dan ini mungkin menjalani beberapa proses pertanyaan dari teman-teman penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Senin, 29 Juni 2026.
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Awkarin difokuskan untuk menggali keterangan seputar keterikatannya dengan pihak Hanania Travel.. Hingga kini, proses pemeriksaaan masih berlangsung intensif.
Pihak kepolisian juga berjanji akan segera membeberkan hasil pemeriksaan secara transparan usai proses penuangan berita acara pemeriksaan (BAP) selesai dilakukan. "Nanti kami akan update kepada teman-teman sekalian atas beberapa pertanyaan, sampai kapan proses pemeriksaan ini berlangsung," ujar Budi.
Saat disinggung mengenai potensi adanya tersangka baru dalam pusaran kasus penggelapan dana umrah ini, Budi menegaskan bahwa status perkara masih dalam tahap pengembangan. Penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan dari sejumlah saksi guna memetakan aktor-aktor lain yang diduga ikut terlibat menikmati aliran dana jemaah.
"Ini masih didalami apakah ada keterlibatan-keterlibatan, makanya dari penyidik masih melakukan permintaan keterangan dari beberapa saksi," jelas Budi.

Karin Novilda alias Awkarin. Foto: Instagram @narinkovilda.
Awkarin awalnya diagendakan untuk memberikan keterangan pada 15 Juni 2026. Namun, dia mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan.
Dalam pengembangan penyidikan kasus Hanania Travel, polisi menemukan fakta baru bahwa sejumlah influencer dan publik figur sengaja diberangkatkan umrah secara gratis oleh pihak travel. Sebagai imbalannya, mereka diwajibkan mempromosikan agen perjalanan tersebut melalui akun media sosial masing-masing.