Tim Dayung Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 2 Medali Perak

Atlet dayung putra Indonesia Febrian (kanan) dan La Memo (kedua kanan) memacu kecepatannya pada final dayung double scull putra Asian Games 2026 di Nagaragawa International Regatta Course, Kaizu, Gifu, Jepang. Foto: Antara.

Tim Dayung Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 2 Medali Perak

Gabriella Thesa Widiari • 24 September 2026 20:41

Jakarta: Tim dayung Indonesia menutup perjuangan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan dua medali perak. Seluruh pertandingan berakhir di Nagaragawa International Regatta Course, Gifu, Jepang, Kamis, 24 September 2026.

Dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026, dua perak Merah Putih dipersembahkan oleh Rafiq Wijdan Yasir/Ali Mardiansyah dari nomor lightweight men's double sculls serta kuartet Ihram/Rendi Setia Maulana/Febrian/Memo dari men's quadruple sculls. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat keenam klasemen akhir cabang rowing dari total 14 nomor yang dipertandingkan.

Rafiq/Ali membuka keran medali Indonesia setelah tampil konsisten sejak 500 meter pertama di Final A. Pasangan Indonesia ini membukukan waktu 6 menit 23,41 detik, berada di belakang duet Uzbekistan Shakhzod Nurmatov/Sobirjon Safaroliyev yang merebut emas dengan catatan 6 menit 19,94 detik.

Sementara itu, medali perak kedua diraih dari nomor men's quadruple sculls lewat pertarungan sengit melawan China. Kuartet Ihram, Rendi, Febrian, dan Memo finis dengan catatan 5 menit 47,90 detik, hanya selisih 1,87 detik dari China yang menyabet emas.

Sebelum mengamankan dua perak, beberapa wakil Indonesia sebenarnya berada sangat dekat dengan podium. Febrian/Memo di nomor men's double sculls serta Mutiara Rahma Putri di nomor women's single sculls harus puas finis di urutan keempat.

Pada nomor men's pair, Ferdiansyah/Asuhan Pattiiha finis di posisi keenam dengan waktu 7 menit 40,71 detik. Hasil serupa juga didapat tim men's four yang diperkuat Ardi Isadi, Sulpianto, Ferdiansyah, dan Asuhan Pattiiha usai membukukan waktu 6 menit 10,78 detik.

Indonesia juga mengirimkan dua wakil di Final B yang tidak masuk dalam persaingan medali. Pasangan Issa Behuku/Chelsea Corputty menempati posisi kedua Final B women's pair, sedangkan kuartet Chelsea, Aisah Nabila, Issa, dan Nurtang turun di Final B women's four.


Tim dayung Indonesia. Foto: Instagram @rowing_ina

Secara keseluruhan, Indonesia menerjunkan atlet di delapan nomor pertandingan dengan enam di antaranya berhasil menembus Final A. China keluar sebagai juara umum cabang dayung setelah mendominasi perolehan medali lewat raihan sembilan emas dan satu perak.

Posisi berikutnya diisi oleh Iran dengan dua emas, disusul Uzbekistan, Hong Kong, dan Kazakhstan. Indonesia berada tepat di bawah Kazakhstan, unggul atas Vietnam yang mengoleksi empat perunggu.

Meski total medali berkurang dari tiga perunggu pada Asian Games Hangzhou menjadi dua perak di Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mencatatkan peningkatan kualitas warna medali. Capaian dua kali naik ke podium perak ini menegaskan progres positif tim dayung Indonesia di tingkat Asia.

(Gabriella Thesa Widiari)