Ilustrasi. Foto: Magnific.
Pasar Pelumas Premium Diproyeksikan Makin Tumbuh
Ade Hapsari Lestarini • 22 September 2026 23:00
Jakarta: Pasar pelumas Indonesia diperkirakan semakin bergeser ke produk bernilai tinggi atau premium diproyeksikan lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Senior Director Kline & Company Satyan Gupta mengatakan pertumbuhan pasar pelumas ke depan tidak hanya ditentukan peningkatan volume. Penggunaan produk dengan spesifikasi lebih tinggi turut mendorong pertumbuhan nilai pasar.
"Kita telah melihat pertumbuhan bergeser dari volume ke nilai. Pertumbuhan nilai akan cukup kuat dan hampir empat kali pertumbuhan volume pada masa mendatang," ujar Satyan saat ditemui Metrotvnews.com, dalam acara Shell Lubricants di Jakarta, dikutip Selasa, 22 September 2026.
Menurut Satyan, premiumisasi didorong penggunaan peralatan yang semakin kompleks dan modern. Kebutuhan untuk memenuhi spesifikasi produsen peralatan atau Original Equipment Manufacturer (OEM) juga mendorong penggunaan produk dengan spesifikasi lebih tinggi. Selain itu, penggunaan bahan bakar seperti B40 dan B50 dapat menciptakan kebutuhan terhadap produk pelumas yang lebih khusus.
"Premiumisasi akan terus terjadi karena peralatan menjadi semakin kompleks. Kita akan menggunakan peralatan yang lebih modern. Kita juga akan mengikuti spesifikasi OEM terbaru pada masa mendatang," kata Satyan.
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan penggunaan produk premium tidak hanya dapat dilihat berdasarkan harga satuan, tetapi juga keseluruhan biaya yang dikeluarkan konsumen selama penggunaan.
"Saya sepenuhnya setuju karena ini berbicara tentang nilai, harga dibandingkan dengan nilai. Bukan hanya harga satuannya, tetapi total biayanya," ujar Andri.
Menurut Andri, salah satu keunggulan produk pelumas premium terletak pada interval penggantian oli yang lebih panjang. Selain itu, kemampuan penyaringan yang lebih baik dapat membantu menjaga filter agar tidak cepat mengalami penyumbatan.
"Kebanyakan produk premium memiliki interval penggantian oli yang lebih panjang. Selain itu, produk tersebut memiliki kemampuan penyaringan yang baik sehingga membantu menjaga filter agar tidak tersumbat. Jadi, Anda tidak perlu mengganti filter dalam waktu singkat. Dengan demikian, total biayanya akan lebih rendah," jelas Andri.

Senior Director Kline & Company Satyan Gupta. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Harga produk premium lebih tinggi
Global Executive Vice President Shell Lubricants Jason Wong mengatakan produk pelumas premium secara harga per unit dapat lebih mahal dibandingkan produk mineral konvensional. Namun, industri tidak hanya melihat harga pembelian, melainkan nilai yang diperoleh konsumen dari penggunaan produk tersebut.
"Kami fokus pada nilai. Ini bukan tentang harga, tetapi tentang nilai," ujar Jason.
Menurut Jason, pelumas premium dapat memberikan manfaat berupa peningkatan keandalan, efisiensi bahan bakar, serta perlindungan terhadap mesin. Manfaat tersebut dapat menekan total biaya kepemilikan atau total cost of ownership meskipun harga produk lebih tinggi.
"Total biaya kepemilikan akan menjadi lebih murah, meskipun harga satuan pelumas bisa lebih tinggi," tutur dia.
Presiden Direktur dan Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan perbandingan harga dan nilai perlu mempertimbangkan keseluruhan biaya yang dikeluarkan konsumen. Salah satu manfaat yang ditawarkan produk premium adalah interval penggantian oli yang lebih panjang.
"Kebanyakan produk premium memiliki oil drain interval yang lebih panjang. Oil drain adalah penggantian oli, sehingga periodenya menjadi lebih panjang," ujar Andri.
Selain itu, produk premium memiliki kemampuan filterability yang dapat membantu menjaga filter agar tidak cepat mengalami penyumbatan. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga pelumas saat membeli produk, tetapi juga biaya penggunaan dan pemeliharaan kendaraan atau peralatan dalam jangka panjang. (Selsha Septifanie Gunawan)