Aparat Kejar KKB Pelaku Penembakan Empat Warga Sipil di Jayawijaya

Proses evakuasi jenazah SA, sopir lajuran yang menjadi korban penembakan KKB di Habema, Papua Pegunungan. ANTARA/HO-Satgas Damai Cartenz

Aparat Kejar KKB Pelaku Penembakan Empat Warga Sipil di Jayawijaya

Whisnu Mardiansyah • 21 September 2026 20:21

Jayapura: Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) masih memburu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam penembakan empat warga sipil di dua lokasi di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kepala Operasi Damai Cartenz (ODC) Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan personel dari Timika telah diperbantukan ke Wamena untuk memperkuat kekuatan yang sudah berada di wilayah tersebut.

"Personel Satgas ODC dari Timika sudah di Wamena untuk memperkuat personel yang ada di wilayah itu," kata Irjen Pol Faizal, di Jayapura, seperti dilansir Antara, Senin, 21 September 2026.

Faizal mengatakan aparat terus mengedepankan proses penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan empat warga sipil. Empat korban tersebut terdiri atas tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan seorang sopir lajuran.

Tiga ASN menjadi korban penembakan di wilayah Muliama pada 9 September 2026. Sementara seorang sopir lajuran ditembak di sekitar kawasan Danau Habema.
 


Menurut Faizal, aparat telah memperoleh informasi mengenai ciri-ciri pelaku yang diduga menembak tiga ASN di Muliama. Namun, identitas pelaku dalam kasus penembakan terhadap sopir lajuran masih dalam penyelidikan.

Satgas ODC masih melakukan pengejaran sekaligus penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penangkapan dan proses hukum terhadap pihak yang nantinya teridentifikasi sebagai pelaku.


Kapolsek KP3 bandara Sentani Iptu Wajedi saat bantu memasukan jenazah Aris Sanda, korban penyanderaan dan penembakan bertempat Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Jumat. Foto: ANTARA/HO- Polsek Kawasan Bandara Sentani.


"Penegakan hukum tetap dikedepankan guna mencegah tindakan yang dapat berdampak terhadap masyarakat, namun bila dalam proses penangkapan terduga pelaku melakukan perlawanan maka akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Irjen Pol Faizal.

Faizal menyampaikan empat korban penembakan telah dimakamkan di daerah asal masing-masing. Para korban dimakamkan di kampung halaman mereka yang berada di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

"Kami menyampaikan berdukacita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan penghiburan dalam menghadapi duka ini," kata Kepala ODC Irjen Pol Faizal.

(Whisnu M)