Miniatur Kereta Laris Manis Diburu Anak hingga Orang Dewasa

Salah satu pembeli, Rafis, siswa kelas 3 sekolah dasar (SD), membawa pulang satu kereta yang baru dibelinya. Metrotvnews.com/Afifah

Miniatur Kereta Laris Manis Diburu Anak hingga Orang Dewasa

Metro TV • 21 September 2026 23:53

Jakarta: Miniatur kereta menjadi buruan bagi pecinta kereta atau kerap disebut railfans. Mulai dari kalangan anak hingga orang dewasa rela merogoh kocek demi mengoleksi miniatur kereta. 

Di DKI Jakarta, salah satu lapak yang menjual miniatur kereta adalah milik Iskandar di sekitar kawasan Stasiun Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Salah satu pembeli, Rafis, siswa kelas 3 sekolah dasar (SD), tampak membawa pulang satu kereta yang baru dibelinya. 

Bagi Rafis, kereta tidak sekadar transportasi. Keunikan pada tiap model kereta menjadikan Rafis gemar berburu (hunting) foto kereta bersama kawan-kawannya. 

“Aku suka naik kereta. Suka bentuknya, suaranya, foto-foto juga,” kata Rafis kepada Metrotvnews.com di lokasi, Senin, 21 September 2026.

Kecintaan pada kereta ini yang mendorong Rafis ingin mengoleksi miniatur kereta. Di waktu luang, dia bercerita kerap menonton video tentang kereta di media sosial TikTok hingga YouTube. 

“Ini baru pertama beli di toko. Biasanya cuma lihat (video kereta) aja di TikTok, jadi kepengen beli (miniatur kereta),” tutur Rafis.

Miniatur yang dibeli Rafis merupakan lokomotif CC300 yang dibanderol Rp125 ribu. Namun, Iskandar, sebagai penjual membolehkan pembeli menawar, sehingga Rafis hanya mengeluarkan uang Rp110 ribu.

“Saya ya lihat orang juga, enggak apa-apa lah kalau tawar. Asal enggak terlalu ini (rendah) saja,” kata Iskandar. 

Iskandar saat membuat miniatur kereta di lapaknya. Foto/ Metrotvnews.com/Afifah Alfina

Iskandar mengungkapkan pelanggannya yang berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang. Mulai dari anak sekolahan sampai pekerja pernah menyambangi lapaknya. 

“Anak-anak banyak, orang dewasa lebih banyak. Ya namanya hobi ya, orang udah berumur juga dibeli aja,” terang Iskandar.

Miniatur kereta yang ada di toko Iskandar dibuat satu per satu oleh tangannya. Mulai dari proses pembuatan bagian rangka kereta, perakitan, hingga finishing. Harga satuannya bervariasi, paling murah dijual dari Rp125 ribu hingga paling mahal sekitar Rp1,5 juta. 

Tingkat kemahalan ini disesuaikan dari detail hingga komponen. Misalnya miniatur yang hanya bisa digerakkan manual dibanderol lebih murah daripada miniatur yang dapat memiliki mesin. Namun, Iskandar menuturkan selalu memerhatikan detail dan bahan di setiap kereta buatannya. 

“Ini misal stiker ini kan stiker vinyl. Terus dilapis lagi netting yang buat mobil-mobil itu. Jadinya ngga luntur kena bensin, kena air. Lem-nya juga lumayan mahal,” jelas Iskandar.

Selama 11 tahun berbisnis miniatur kereta, Iskandar mengaku tak pernah menaikkan harga. Meski kini harga PVC (polyvinyl chloride) sebagai bahan bakunya sudah naik dari awal dia berdagang. 

“Saya gak pernah naikkin harga. Padahal ini (PVC) naik. Soalnya kalau dinaikkin banyak yang protes. Sekarang aja masih sering yang nawar gitu,” ujar Iskandar. 

Dalam sehari Iskandar mampu memproduksi empat sampai lima kereta. Dari dulu hingga sekarang, barang dagangannya selalu laku dalam waktu singkat. Setidaknya dua hari setelah diunggah di akun media sosialnya, kereta buatan Iskandar langsung ludes dipesan para Railfans.

“Sehari sih (buat) empat sampai lima (miniatur kereta) lah. Itu kalau saya buat status (media sosial) langsung orang ‘mau yang ini ya Pak, jangan dijual ke orang’ gitu,” tutur Iskandar. 

Omzetnya tak main-main, dalam sebulan setidaknya Iskandar bisa mengantongi Rp20 juta. Untung bersihnya mencapai Rp10 juta.

(Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)