Gibran Minta Gubernur Kalsel Dengar Kritik Mahasiswa Soal Banjir

Wapres Gibran Rakabuming Raka. Foto: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang.

Gibran Minta Gubernur Kalsel Dengar Kritik Mahasiswa Soal Banjir

Fachri Audhia Hafiez • 8 January 2026 20:07

Banjar: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meminta Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin untuk memiliki empati tinggi terhadap warga terdampak banjir. Gibran menegaskan agar pemerintah daerah selalu merespons kritik dan saran warga terkait penanggulangan bencana yang terus berulang di provinsi tersebut.

“Pak gubernur ini tolong didengarkan ya, ini keluhan rakyat mulai dipikirkan untuk solusi jangka panjang. Mungkin tata ruang masih ada yang tidak sesuai, faktor tambang, dan lainnya yang memicu banjir,” ujar Gibran saat meninjau lokasi banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.
 


Teguran keras ini disampaikan Gibran usai menerima aspirasi dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel di lokasi pengungsian. Mahasiswa mengeluhkan sikap gubernur yang dinilai kurang serius menanggapi penderitaan warga, meski banjir sudah merendam rumah warga hingga setinggi atap di beberapa desa selama lebih dari sepekan.

Wapres juga menyoroti adanya kekecewaan warga terhadap pernyataan gubernur yang sebelumnya menyebut banjir di Balangan pada Desember 2025 lalu tidak terkait dengan aktivitas tambang. Gibran meminta pihak pemprov untuk lebih terbuka terhadap masukan mengenai kerusakan lingkungan.

“Pak gubernur tolong ini didengar keluhan mahasiswa juga. Tapi saya juga minta mahasiswa jangan hanya kritik, harus ada juga solusi yang membangun,” tegas Gibran.


Wapres Gibran Rakabuming Raka. Foto: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang.

Dalam peninjauan tersebut, Gibran didampingi Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii. Berdasarkan data sementara, dampak banjir di Kabupaten Banjar tergolong masif, meliputi 121 desa di 9 kecamatan. Sebanyak 23.133 rumah terdampak, dengan 13.732 di antaranya masih terendam air.

Total warga terdampak di wilayah ini mencapai 118.151 jiwa. Jumlah tersebut mencakup kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, di antaranya 371 ibu hamil, 2.145 balita, 3.944 lansia, serta 366 penyandang disabilitas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)