Menteri ESDM Peringatkan Pengusaha yang Tahan Konsesi Geotermal

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Menteri ESDM Peringatkan Pengusaha yang Tahan Konsesi Geotermal

Muhammad Adyatma Damardjati • 19 August 2026 14:58

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada pelaku usaha di sektor panas bumi (geotermal). Khususnya, kepada pengusaha yang kerap menunda pelaksanaan proyek dan sekadar menahan izin wilayah konsesi.
 


"Bagi teman-teman pengusaha yang sudah mendapatkan konsesi, harus juga cepat. Jangan konsesinya ditahan. Saya selalu menandatangani penghentian sementara, ini kan dalam rangka memperpanjang masa kontrak kalian karena kalian ada persoalan di situ. Syukur kalau itu persoalannya rakyat, tapi kalau persoalan teknologi, persoalan uang, itu bermasalah," tegas Bahlil dalam sambutannya di acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bahlil membongkar siasat sejumlah perusahaan yang kerap mengajukan permohonan penghentian sementara proyek. Menurutnya, langkah tersebut sering kali hanya menjadi akal-akalan untuk memperpanjang masa kontrak sembari mencari suntikan dana dari investor baru.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Guna mencegah praktik 'pengusaha proposal' yang tak bermodal memadai ini berulang, Bahlil menginstruksikan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk memperketat pengawasan terhadap setiap permohonan perpanjangan izin konsesi.

"Tolong juga awasi mereka ini. Jangan perpanjangan-perpanjangan itu, penghentian sementara, ternyata ada Abu Lahab-nya juga di situ. Kita mau adil saja. Bagi kami pemerintah, siapa pun yang mengerjakan tidak apa-apa, yang penting cepat," ucap Bahlil.

Bahlil menegaskan agar pelelangan wilayah kerja baru ke depannya hanya diberikan kepada investor yang benar-benar bonafide dengan kesiapan teknis. Termasuk memiliki finansial yang jelas.

"Jangan pengusaha bawa proposal habis itu baru cari investor lagi. Itu sampai ayam tumbuh gigi tidak akan selesai. Jadi pengusahanya itu harus yang punya keahlian, punya uang, punya teknologi, dan punya tim," ujar Bahlil.

(Fachri Audhia Hafiez)