Panglima Pakistan Asim Munir dan Menlu Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)
Perang Iran-AS: Panglima Pakistan Bahas Upaya Hidupkan Kembali Perundingan
Willy Haryono • 23 August 2026 20:43
Islamabad: Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membahas perkembangan regional serta upaya menghidupkan kembali perundingan langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang telah lama terhenti.
Keduanya melakukan percakapan melalui telepon di tengah upaya Pakistan dan Qatar untuk kembali mempertemukan Iran dan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Pemerintah Iran mengatakan pembicaraan Munir dan Araghchi mencakup "perkembangan regional serta cara-cara efektif untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Asia Barat."
Menurut kantor berita Mehr yang mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri Iran, Minggu, 23 Agustus 2026, keduanya juga membahas tantangan keamanan regional dan strategi untuk memperkuat stabilitas di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Iran tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai percakapan tersebut.
Pakistan Dorong Perundingan Iran-AS
Kontak terbaru itu berlangsung setelah tenggat waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final mengakhiri perang antara Iran dan AS berakhir tanpa hasil.Pakistan dan Qatar kini kembali mendorong kedua pihak untuk melanjutkan perundingan langsung.
Sejumlah sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Munir, yang aktif terlibat dalam proses mediasi, diperkirakan mengunjungi Teheran "dalam beberapa hari mendatang" sebagai bagian dari upaya terbaru menghidupkan kembali perundingan.
Namun, pemerintah Pakistan maupun militer belum secara resmi mengumumkan rencana kunjungan tersebut.
Pakistan selama berlangsungnya konflik memainkan peran penting sebagai mediator antara Iran dan AS serta mempertahankan komunikasi dengan kedua pihak.
Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni dan memulai perundingan menuju kesepakatan final.
Namun, pembicaraan kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan mengenai jaminan keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi perdagangan dan pasokan energi global.
Perang AS-Iran
Antara 8 dan 24 Juli, Iran dan AS terlibat dalam serangkaian serangan militer.Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, sementara Teheran merespons dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Perkembangan tersebut semakin meningkatkan urgensi upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan jangka panjang antara Teheran dan Washington.
Baca juga: Iran Ancam Negara Tetangga yang Bantu 'Perang Ekonomi' AS