Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
RS Toto Tentrem Buka, Pramono Dorong Layanan Stem Cell di RS DKI
Nattasya Amani Vrazeti • 25 August 2026 06:11
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara meresmikan operasional Rumah Sakit Toto Tentrem di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026. Pramono mendorong agar teknologi stem cell yang menjadi keunggulan di RS Toto Tentrem dapat dikembangkan melalui kolaborasi di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta, salah satunya, RSUD Tarakan Jakarta.
“Karena saya memang berkeinginan Rumah Sakit Tarakan juga dikembangkan, supaya dari 31 rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, ada yang mengembangkan hal yang berkaitan dengan stem cell,” kata Pramono di RS Toto Tentrem, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Baca Juga :
BMKG Prakirakan Langit Jakarta Cerah Hari Ini
“Pemerintah DKI Jakarta sendiri mempunyai 31 rumah sakit dan saya sudah meminta kepada Ibu Direktur, mudah-mudahan nanti bekerja sama dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk Rumah Sakit Tarakan,” ujar dia.
RS Toto Tentrem merupakan fasilitas kesehatan bertaraf internasional yang berfokus pada layanan stem cell, pengobatan regeneratif, hingga terapi kanker. Rumah sakit ini ditunjang oleh 50 unit tempat tidur, 5 unit ruang perawatan intensif (ICU), serta diperkuat oleh sekitar 70 dokter spesialis.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Dalam kesempatan yang sama, Founder RS Toto Tentrem, Purwati mengatakan rumah sakit ini hadir sebagai rumah sakit umum dengan fokus layanan unggulan pada stem cell, pengobatan regeneratif, dan wellness. Selain itu, kata dia, RS Toto Tentrem dilengkapi fasilitas bedah terpadu, transplantasi sumsum tulang, pengembangan vaksin kanker, pusat onkologi, hingga cardiology center.
“Dan juga ada di sini juga untuk medical check-up. Semoga dengan hadirnya Rumah Sakit Toto Tentrem kami dengan teknologi advanced bisa memberi manfaat untuk kita semua, terutama juga untuk masyarakat banyak, tidak hanya untuk kuratif tetapi juga untuk preventif,” ungkap Purwati.