Korea Selatan Uji Jalur Arktik untuk Pelayaran Komersial ke Eropa

Korea Selatan mengirim kapal kontainer melalui Jalur Laut Utara menuju Eropa untuk menguji Arktik sebagai rute perdagangan alternatif. (Newsis)

Korea Selatan Uji Jalur Arktik untuk Pelayaran Komersial ke Eropa

Willy Haryono • 23 August 2026 14:13

Seoul: Sebuah kapal kontainer Korea Selatan berlayar menuju Eropa melalui jalur Arktik pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pelayaran tersebut menjadi perjalanan komersial pertama Korea Selatan melalui rute Arktik untuk menguji kelayakannya sebagai jalur perdagangan alternatif di tengah gangguan terhadap pelayaran global akibat perang di Timur Tengah.

"Kami ingin menginformasikan bahwa kapal yang digunakan untuk pelayaran uji coba rute Arktik telah berangkat," kata Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Kapal kontainer PanStar Acro akan berlayar ke utara melewati Semenanjung Kamchatka di Rusia timur, kemudian melintasi Laut Bering sebelum memasuki Jalur Laut Utara (Northern Sea Route).

Kapal tersebut dijadwalkan singgah di Felixstowe, Inggris, Rotterdam, Belanda, dan Gdansk, Polandia, sebelum kembali ke Korea Selatan.

PanStar Acro mengangkut 837 TEU kargo dalam pelayaran yang didukung pemerintah Korea Selatan. Muatannya mencakup suku cadang kendaraan, produk kimia, serta sekitar 100 kontainer kosong.

Pemerintah Korea Selatan berharap pelayaran tersebut dapat memberikan data dan pengalaman untuk menilai potensi Jalur Laut Utara sebagai rute perdagangan reguler.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya menjadikan pengembangan pelayaran Arktik sebagai salah satu prioritas pemerintah. Seoul menargetkan Pelabuhan Busan di wilayah tenggara dapat dikembangkan menjadi pusat maritim global dan jalur Arktik mulai digunakan sebagai rute perdagangan reguler pada 2030.

Namun, rencana peningkatan aktivitas pelayaran di kawasan Arktik juga mendapat kritik dari kelompok lingkungan. Mereka memperingatkan bahwa meningkatnya lalu lintas kapal di wilayah kutub dapat memperburuk kerusakan ekosistem dan pemanasan global, termasuk melalui percepatan pencairan es laut. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Kapal Korea Selatan Masih Jalani Perbaikan di Selat Hormuz usai Terkena Serangan

(Willy Haryono)