Dinilai Bikin Macet, Pembangunan BRT Bandung Dievaluasi

Pembangunan halte proyek BRT Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan.

Dinilai Bikin Macet, Pembangunan BRT Bandung Dievaluasi

Roni Kurniawan • 21 August 2026 20:35

Bandung: Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) masih menuai sorotan dari masyarakat. Keluhan kemacetan hingga kondisi pembangunan yang dinilai berantakan menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah menerima laporan tertulis hasil pengecekan terhadap pembangunan BRT. Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proyek transportasi publik tersebut tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

"Untuk hasil pengecekan BRT, saya sudah mendapatkan laporan tertulis. Keluhan-keluhan mengenai kemacetan memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu," kata Farhan di Laswi Heritage Bandung, Jumat, 21 Agustus 2026.
 


Terdapat sejumlah kondisi di lapangan yang menjadi perhatian. Termasuk munculnya konten di media sosial yang memperlihatkan kondisi pembangunan BRT yang dinilai berantakan.

Menurut Farhan, salah satu alasan yang disampaikan kontraktor terkait kondisi tersebut adalah adanya pencurian terhadap kerangka besi yang digunakan dalam pembangunan.

Ia menegaskan alasan tersebut tidak boleh menjadi pembenaran atas kondisi proyek yang berdampak terhadap masyarakat. Seluruh pihak yang terlibat diminta tetap bertanggung jawab memastikan pembangunan berjalan dengan baik.

"Ada satu konten yang menunjukkan kondisi yang berantakan. Salah satu alasan dari para kontraktor adalah karena kerangka besinya dicuri. Tetapi buat saya, itu bukan alasan," sahut Farhan.


Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)


Farhan menilai, yang terpenting saat ini bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik BRT, tetapi memastikan moda transportasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bandung.

Farhan menyadari persepsi masyarakat terhadap BRT saat ini masih cenderung negatif. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa kehadiran BRT mampu menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih baik.

"Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini harus betul-betul membuktikan bersama-sama bahwa BRT memberikan manfaat untuk warga Bandung," ungkap Farhan.

Sementara itu, pembangunan halte untuk layanan BRT di Kota Bandung mencakup 232 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 titik berupa bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter, dan empat titik berupa big shelter.

(Silvana Febiari)