Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert/nym.
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Jiwa
Silvana Febiari • 20 August 2026 16:51
Flores: Dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah seiring terjadinya gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia, korban luka, pengungsi, dan rumah rusak mengalami peningkatan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah empat jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 71 jiwa.
"Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu," kata Berton dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca Juga :
Dengan tambahan tersebut, total korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT menjadi 75 jiwa.
Jumlah korban luka juga bertambah sembilan jiwa, dari sebelumnya 898 jiwa menjadi 907 jiwa. Tambahan korban luka tersebut seluruhnya berasal dari Kabupaten Ngada.

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. (ANTARA/HO-Basarnas Maumere)
Berton mengatakan jumlah pengungsi turut meningkat akibat banyaknya gempa susulan yang tergolong besar. Saat ini, BNPB mencatat sebanyak 92.735 jiwa mengungsi, bertambah 33.088 jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 jiwa.
"Yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa, Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa," ujarnya.
Selain korban dan pengungsi, jumlah rumah yang mengalami kerusakan juga bertambah. BNPB mencatat sebanyak 36.163 unit rumah rusak, meningkat 7.187 unit dibandingkan data sebelumnya.