Menteri Keuangan AS Scott Bessent. (Anadolu Agency)
AS Siapkan 'Economic D-Day' untuk Putus Seluruh Jalur Ekonomi Iran
Muhammad Reyhansyah • 24 August 2026 12:16
Washington: Amerika Serikat (AS) menyatakan akan memasuki fase baru tekanan ekonomi terhadap Iran yang disebutnya sebagai "economic D-Day."
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan menggunakan berbagai instrumen untuk mengisolasi ekonomi Iran dan memutus sumber pendanaan pemerintah di Teheran.
"Presiden Donald Trump telah menghancurkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya," kata Bessent dalam unggahan di platform X, dikutip dari TRT World, Senin, 24 Agustus 2026.
"Kita kini memasuki tahap akhir. Saat fajar dimulai economic D-Day, serangan finansial terbesar yang pernah dikerahkan terhadap seorang musuh," lanjutnya.
Bessent mengatakan pemerintahan Trump akan memanfaatkan seluruh sumber daya, kewenangan, dan lembaga yang tersedia untuk semakin mengisolasi Iran secara ekonomi.
"Tujuan kami adalah memutus setiap jalur ekonomi yang menopang rezim tirani tersebut hingga Teheran berdiri sendiri," ujarnya.
Ia juga memperingatkan pemerintah dan pihak lain agar tidak menganggap Washington akan enggan memberikan konsekuensi kepada negara atau pihak yang menentang kebijakan AS terhadap Iran.
Menurut Bessent, pemerintahan Trump tidak lagi menganggap ancaman pembalasan Iran sebagai alasan untuk menghindari penegakan kebijakan Washington.
Bessent tidak merinci langkah ekonomi maupun lembaga pemerintah yang akan dilibatkan dalam operasi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut ancaman sanksi baru AS sebagai tanda "keputusasaan" Washington. Ia menegaskan Iran tidak takut menghadapi tekanan Amerika Serikat dan menilai kebijakan tersebut pada akhirnya akan gagal.
Baca juga: Iran Ancam Negara Tetangga yang Bantu 'Perang Ekonomi' AS