Mojtaba Khamenei Dukung Hizbullah, Desak Israel Berhenti Serang Lebanon

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. (Press TV)

Mojtaba Khamenei Dukung Hizbullah, Desak Israel Berhenti Serang Lebanon

Muhammad Reyhansyah • 27 July 2026 12:18

Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kembali menegaskan dukungan Teheran kepada kelompok Hizbullah di Lebanon serta menyerukan penghentian "sepenuhnya dan tanpa syarat" serangan Israel ke Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei melalui unggahan di media sosial X pada Minggu, 26 Juli 2026 sebagai tanggapan atas surat kesetiaan dari Sekretaris Jenderal Hizbullah dan para anggota kelompok itu.

"Republik Islam Iran telah menetapkan upaya menjaga integritas wilayah Lebanon, serta penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak dan tanpa syarat, sebagai syarat utama bagi setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan terhadap AS yang agresif ini,” ujarnya, dikutip dari Anadolu

Ia juga menyebut Hizbullah sebagai "batu karang yang tak tergoyahkan" dalam menghadapi serangan Israel.

Selain itu, Khamenei mengklaim masyarakat dunia semakin lelah terhadap kebijakan AS dan Israel. Ia juga menyatakan "tidak ada jalan selain jihad dan perlawanan."

Menurut data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel di negara itu sejak 2 Maret telah menewaskan 4.330 orang dan melukai 12.236 lainnya.

Pada 26 Juni, Lebanon dan Israel menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi AS mengenai penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki. 

Namun, kesepakatan tersebut tidak menetapkan jadwal penarikan dan mengaitkan penyelesaiannya dengan pengambilalihan tanggung jawab keamanan oleh militer Lebanon serta pelucutan senjata kelompok-kelompok nonnegara, termasuk Hezbollah.

Meski demikian, Israel masih mempertahankan keberadaan militernya di sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk kawasan yang telah diduduki selama puluhan tahun maupun wilayah yang direbut dalam konflik sebelumnya pada Oktober 2023 hingga November 2024.

Baca juga:  Presiden Suriah Tegaskan Tak Berencana Lakukan Intervensi Militer di Lebanon

(Willy Haryono)