Kawasan wisata di Kayutangan Heritage Kota Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Alfaruq
Fenomena Angin Kencang di Malang Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG
Daviq Umar Al Faruq • 25 July 2026 15:56
Malang: Embusan angin yang terasa lebih kencang dalam beberapa hari terakhir di Malang Raya dan sejumlah wilayah Jawa Timur dipicu oleh menguatnya angin muson Timur pada musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi pada periode kemarau, meskipun kali ini kecepatan angin mengalami peningkatan.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan peningkatan kecepatan angin mulai terpantau sejak pekan lalu. Hembusan angin bahkan terasa semakin kencang pada Kamis, 23 Juli 2026.
"Beberapa hari terakhir angin terasa lebih kencang karena angin muson timur sedang menguat saat kemarau," kata Linda, Jumat, 24 Juli 2026.
Data pengamatan BMKG menunjukkan kecepatan angin terus meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Pada awal pekan lalu, angin mulai menguat, tetapi kecepatannya masih belum terlalu signifikan.
"Kalau kemarin, kecepatan angin sekitar 20 km/jam atau 11 knot. Tetapi pada siang hari ini, anginnya lebih kencang hingga 31 km/jam dan terjadi di wilayah kami di Karangploso," beber Linda.
Linda menjelaskan, angin muson timur terbentuk akibat pergerakan massa udara kering dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia selama musim kemarau. Ketika angin muson timur menguat, kecepatan angin di berbagai daerah, termasuk Malang Raya, ikut meningkat sehingga hembusannya terasa lebih kencang dibandingkan hari-hari biasanya.
Selain dipengaruhi angin muson timur, BMKG juga mencermati potensi pengaruh fenomena iklim global berupa El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena tersebut dapat memperkuat karakteristik musim kemarau di Indonesia.
"Dampaknya antara lain cuaca cenderung lebih kering, angin lebih kencang, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan," tambah Linda.

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
BMKG mengingatkan, angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan atap rumah yang tidak terpasang dengan kuat. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di lokasi yang terdapat banyak pepohonan besar maupun papan reklame.
"BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, baliho atau atap yang kurang kokoh akibat angin kencang, serta menghindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran selama musim kemarau," pungkas Linda.