Top 5 Ekonomi: Wall Street Boncos hingga Trump 'Getok' Tarif Impor ke 60 Mitra Dagang

Ilustrasi perdagangan saham di New York Stock Exchange. Foto: Xinhua/Liu Yanan.

Top 5 Ekonomi: Wall Street Boncos hingga Trump 'Getok' Tarif Impor ke 60 Mitra Dagang

Husen Miftahudin • 25 July 2026 07:48

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Jumat, 24 Juli 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari Wall Street boncos gegara saham Alphabet dan Tesla jeblok hingga alasan Trump 'getok' tarif impor ke 60 mitra dagang utama AS.

Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Wall Street Boncos Gegara Saham Alphabet dan Tesla Jeblok

Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah saham Alphabet dan Tesla mengalami tekanan tajam. Di saat yang sama, lonjakan harga minyak dunia hingga menembus USD100 per barel akibat konflik di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek inflasi dan suku bunga.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Banyak Hari Ini, Cek Selengkapnya

Harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Jumat, 24 Juli 2026, kompak mengalami penurunan pada setiap jenisnya. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Cek Deretan Saham Rekomendasi Hari Ini, dari AMMN hingga INTP

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan signifikan setelah pembukaan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 24 Juli 2026, IHSG berada di posisi 6.266,975.

Baca berita selengkapnya di sini.
 


4. Harga Emas Jeblok 2% di Tengah Keperkasaan Dolar dan Minyak

Harga emas dunia ditutup melemah sekitar dua persen pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua pekan pada sesi sebelumnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Ini Alasan Trump 'Getok' Tarif Impor ke 60 Mitra Dagang Utama AS

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif baru terhadap 60 mitra dagang utama yang mencakup hampir seluruh impor AS. Kebijakan tersebut diterapkan karena negara-negara tersebut dinilai belum efektif mengatasi praktik produksi barang yang menggunakan kerja paksa.

Baca berita selengkapnya di sini.

(Husen Miftahudin)