PM Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump. (EPA-EFE)
Inggris Tolak Izinkan AS Gunakan Pangkalannya untuk Serang Iran
Muhammad Reyhansyah • 21 February 2026 13:04
London: Pemerintah Inggris menolak memberikan izin kepada militer Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam kemungkinan serangan terhadap Iran, menurut laporan The Times pada Kamis lalu.
Keputusan tersebut dilaporkan meningkatkan ketegangan antara London dan Washington serta memicu kritik dari Presiden AS Donald Trump.
Berdasarkan perjanjian lama antara kedua negara, pesawat Amerika dapat beroperasi dari RAF Fairford di Gloucestershire yang menjadi lokasi penempatan pesawat pengebom berat AS serta dari pangkalan militer gabungan AS–Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia, namun hanya dengan persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Inggris.
Meski demikian, London disebut belum memberikan izin untuk tindakan hipotetis apa pun terhadap Iran. Pemerintah Inggris mengkhawatirkan bahwa keterlibatan dalam serangan tanpa dasar hukum yang jelas dapat melanggar hukum internasional.
Dilansir dari TRT World, Jumat, 20 Februari 2026, Trump mengecam keputusan tersebut sekaligus menyerang kesepakatan Inggris tahun 2025 untuk menyerahkan kedaulatan Wilayah Samudra Hindia Britania termasuk Diego Garcia dan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.
Melalui platform Truth Social, ia memperingatkan bahwa “mungkin perlu bagi Amerika Serikat untuk menggunakan Diego Garcia, dan lapangan udara yang berada di Fairford untuk meniadakan potensi serangan dari rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya,” merujuk pada Iran.
Perselisihan itu muncul setelah Trump membahas ultimatum terhadap Iran terkait program nuklirnya dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Sehari kemudian, Trump secara terbuka mengaitkan kritiknya terhadap kesepakatan Chagos dengan kemungkinan peran Inggris dalam setiap aksi militer AS. Ia juga menyatakan dukungan Inggris dalam skenario tersebut akan sah menurut hukum internasional, dengan alasan Iran dapat menyerang Inggris maupun negara sekutunya.
Perkembangan ini terjadi di tengah berbagai laporan yang menyebut Washington tengah bersiap melancarkan serangan terhadap Iran, seiring pengerahan kekuatan militer besar di kawasan.
Baca juga: Rusia Serukan AS-Iran Menahan Diri dan Utamakan Jalur Diplomatik