Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)
Rusia Serukan AS-Iran Menahan Diri dan Utamakan Jalur Diplomatik
Willy Haryono • 20 February 2026 15:47
Moskow: Pemerintah Rusia memperingatkan pada Kamis kemarin mengenai potensi terjadinya peningkatan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekitar Iran setelah Amerika Serikat memindahkan aset militernya ke kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari AsiaOne, Jumat, 20 Februari 2026, Kremlin mendesak semua pihak, termasuk Teheran dan Washington, untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomatik.
Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan kapal perang di dekat wilayah Iran di tengah berlangsungnya pembicaraan terkait pembatasan program nuklir Teheran. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko ketidakstabilan di kawasan.
Rusia sendiri memiliki perjanjian kemitraan strategis dengan Iran, meski tidak mencakup kewajiban pertahanan bersama. Pada pekan ini, Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan bahwa kapal korvet Angkatan Laut Rusia menggelar latihan bersama dengan Angkatan Laut Iran di Teluk Oman.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan latihan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan merupakan bagian dari kerja sama bilateral rutin. Ia menegaskan Rusia tetap berkomitmen memperkuat hubungan dengan Iran sekaligus mendorong penyelesaian melalui diplomasi.
“Saat ini, kami melihat eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan. Namun kami berharap cara politik dan diplomatik serta negosiasi tetap menjadi prioritas,” kata Peskov kepada wartawan.
Menurut Moskow, stabilitas kawasan sangat bergantung pada sikap semua pihak untuk menghindari tindakan provokatif. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer dan dinamika diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. (Keysa Qanita)
Baca juga: Rusia Peringatkan Dampak Serius Jika AS Serang Iran Lagi