Ilustrasi pangan. Dok. MI
Hari Pertama Puasa, Harga Bahan Pokok di Jakbar Naik Drastis
Siti Yona Hukmana • 19 February 2026 15:06
Jakarta: Harga bahan pokok di sejumlah pasar wilayah Jakarta Barat naik drastis di hari pertama puasa, Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini diketahui dari pantauan langsung di pasar tradisional.
Pedagang sayur-mayur di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan bernama Nuh, 65 mengaku harga cabai rawit setan melonjak dari yang sebelumnya Rp50 ribu-Rp60 ribu per kg. Kini, menyentuh harga Rp100 ribu-Rp110 ribu per kg.
"Itu sudah seminggu sebelum puasa naiknya," kata Nuh di pasar seperti dilansir dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Sedangkan cabai keriting menembus harga Rp50 ribu per kg, dari yang sebelumnya Rp35 ribu per kg. Sementara cabai tewe merah menembus harga Rp55 ribu-Rp60 ribu per kg dari yang sebelumnya Rp35 ribu per kg.
"Kalau tomat stabil, Rp20 ribu (per kg)," tutur Nuh.
Nuh melanjutkan bawang merah kini menembus Rp50 ribu dari yang sebelumnya juga Rp35 ribu per kg. Nuh menyebut, kenaikan harga sejumlah bahan pokok itu membuat pembelian menurun.
"Jadi yang biasanya beli dua kg, sekarang cuma satu kg. Biasanya beli satu kg, sekarang setengah kg. Mereka (pembeli) hitung-hitung juga kan," ujar Nuh.

Ilustrasi pangan. Dok. MI
Sementara itu, pedagang telur ayam bernama Luki, 25 mengaku kini harga telur Rp32 ribu per kg. Sebelumnya, hanya Rp28 per kg. Luki memprediksi harga telur ayam kembali naik menjelang lebaran.
"Biasanya naik lagi pas mau lebaran. Bisa sampai sekitar Rp34 ribu lebih lah per kg," ujar Luki.
Kenaikan harga pangan juga terjadi di Pasar Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat. Sejumlah komoditas melonjak drastis, mulai daging sapi, ayam potong, sampai cabai. Seperti harga daging sapi dari yang sebelumnya Rp140 ribu per kg, kini menjadi Rp150 ribu per kg.
"Biasanya Rp140 ribu per kg. Sekarang Rp150 ribu. Naik Rp10 ribu, sudah dari seminggu sebelum puasa," kata Suminta, pedagang daging di Pasar Meruya Ilir.
Menurut Suminta, kenaikan harga salah satunya karena sulitnya pasokan daging saat ini. Ia memprediksi kenaikan akan terus terjadi sampai Idulfitri. Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa penjualan masih cukup baik.
"Memang sudah biasa kalau mau puasa itu harga naik. Nanti bakal terus naik sampai lebaran. Tapi untungnya yang beli juga masih banyak. Mereka juga pada ngerti kalau lagi puasa gini harga naik," ujarnya.
Sedangkan, Nur, pedagang ayam potong menjerit lantaran harga ayam terus merangkak naik. "Sekarang enggak ada yang murah. Semuanya pada naik," kata Nur saat ditanyakan terkait harga ayam yang dijualnya.
Nur menjual ayam potong paling murah berukuran kecil Rp35 ribu. Dia pun meminta pemerintah agar menstabilkan harga ayam di pasaran pada momen Ramadan saat ini.
"Harusnya harganya dijaga biar murah. Kasihan penjual sama pembeli kalau harganya mahal kayak gini. Ayam kan kebutuhan pokok buat makan," tuturnya.