Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: Dok Kemendag
Mendag Cari Cara Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran
Eko Nordiansyah • 2 March 2026 16:23
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meredam dampak ekonomi global akibat eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Budi mengatakan pengalaman konflik sebelumnya antara Iran dan Israel tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Namun menurutnya, apabila terjadi eskalasi hingga penutupan Selat Hormuz, maka harga minyak dunia berpotensi melonjak. Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi, transportasi, hingga harga barang konsumsi.
"Pasti ya, nanti minyak atau bahan bakunya jadi naik ya. Tapi kan gini, pertumbuhan ekonomi kita kan banyak ditopang oleh konsumsi dalam negeri, konsumsi domestik. Jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu," ujar Budi ditemui di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menyebut sektor manufaktur dan ekspor akan menjadi yang paling terdampak karena adanya peningkatan biaya produksi dan logistik. Namun, hal ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia saja, tetapi bersifat global.
Baca Juga :
Perang AS-Iran Picu Kenaikan BBM, Pemerintah Siapkan Antisipasi
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Kemenkeu)
Diversifikasi pasar ekspor
Oleh karena itu, strategi kedua pemerintah adalah mendorong ekspor ke pasar-pasar yang relatif tidak terdampak konflik. Diversifikasi tujuan ekspor dinilai penting untuk menjaga momentum perdagangan di tengah ketidakpastian global.Pemerintah, lanjutnya, akan memaksimalkan berbagai stimulus yang telah disiapkan khususnya menjelang momentum Lebaran, serta mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk menjaga perputaran ekonomi domestik.
"Kita antisipasi itu dulu, kita jaga momentum yang bagus itu. Apalagi ini mau Lebaran, saya pikir banyak ya stimulus yang telah diberikan oleh pemerintah. Dan kita akan terus melakukan gerakan-gerakan bersama swasta, ya untuk meningkatkan daya beli kita, untuk meningkatkan daya beli kita di pasar domestik," jelas dia.