Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu
Netanyahu Mengakui Perang Melawan Iran akan Berjalan Sulit
Fajar Nugraha • 3 March 2026 18:05
Washington: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mungkin akan memakan waktu "beberapa waktu”.
Netanyahu seperti mengakui bahwa perang melawan Iran akan berlangsung sulit.
Perang udara AS dan Israel melawan Iran dimulai dengan serangan terhadap Teheran pada Sabtu 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Serangan itu memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan serangan rudal ke negara-negara Arab dengan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.
Netanyahu menolak gagasan konflik yang berlangsung bertahun-tahun, seperti perang-perang sebelumnya di kawasan itu.
"Saya mengatakan itu bisa cepat dan menentukan. Mungkin butuh waktu, tetapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun. Ini bukan perang tanpa akhir," kata Netanyahu di program "Hannity" Fox News.
Serangan terhadap Iran merupakan bagian dari daftar tindakan kebijakan luar negeri Trump yang menandai pergeseran mencolok dari retorika "America First" yang menentang intervensi AS ketika ia berkampanye dalam pemilihan 2024.
Netanyahu mengatakan, ia melihat perang tersebut sebagai peluang untuk perdamaian abadi di Timur Tengah, termasuk antara Israel dan Arab Saudi.
"Ya, saya melihatnya," kata Netanyahu, ketika ditanya apakah ia melihat jalan menuju perdamaian abadi di kawasan itu.
Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan pada akhir pekan bahwa hanya satu dari empat warga Amerika yang menyetujui serangan AS terhadap Iran yang telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekacauan.
Perang AS di Irak dan Afghanistan yang berlangsung selama beberapa tahun membuat banyak warga Amerika skeptis terhadap keterlibatan langsung Washington dalam perang di tanah asing.
Netanyahu mengatakan perang AS dan Israel melawan Iran menciptakan skenario bagi rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.
"Sekarang, tentu saja, pada akhirnya terserah rakyat Iran untuk mengubah pemerintah, tetapi kami menciptakan -,Amerika dan Israel bersama-sama menciptakan,- kondisi bagi mereka untuk melakukannya," katanya.
Tujuan dan jangka waktu yang dinyatakan Trump untuk perang tersebut telah berubah sejak dimulai pada akhir pekan. Pada hari Sabtu ketika ia mengumumkan serangan tersebut, ia mendesak warga Iran untuk "merebut kembali negara Anda" dan menyiratkan tujuan untuk menggulingkan pemerintah.
Dalam komentarnya pada hari Senin, Trump tidak menyebutkan tentang penggulingan pemerintahan Iran dan mengatakan perang itu diperlukan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, yang dibantah Teheran, dan untuk menggagalkan program rudal balistik jarak jauhnya.
Israel secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Washington juga memiliki senjata nuklir.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com