UN Women: Konflik Bersenjata Berdampak Tidak Proporsional bagi Perempuan

Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati, saat ditemui di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. (Metrotvnews.com)

UN Women: Konflik Bersenjata Berdampak Tidak Proporsional bagi Perempuan

Willy Haryono • 4 March 2026 18:02

Jakarta: UN Women, UNFPA, dan UNDP bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar media briefing peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 di UN Global Pulse, Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Bertema “Hak. Keadilan. Aksi. Untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan," acara membahas perlindungan anak dan perempuan di tengah konflik berdampak global yang tengah memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati, mengatakan perempuan hampir selalu menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi konflik bersenjata.

“Semua konflik akan berdampak tidak proporsional untuk perempuan,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan dampak tersebut tidak hanya berupa korban jiwa, tetapi juga hilangnya mata pencaharian serta berkurangnya akses terhadap berbagai hak dasar.

“Yang pertama adalah loss of life, loss of livelihood, loss of some basic rights,” katanya.

Dalam situasi perang, layanan kesehatan reproduksi seperti kontrasepsi dan layanan maternal juga kerap terganggu, sehingga meningkatkan risiko bagi perempuan dan anak perempuan.

Selain dampak kemanusiaan, Dwi menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian. Menurutnya, minimnya representasi perempuan dalam perundingan dapat memengaruhi kualitas dan keberlanjutan perdamaian.

Ia menjelaskan bahwa agenda Women, Peace and Security yang berlandaskan Resolusi 1325 dari Dewan Keamanan PBB menegaskan pentingnya partisipasi perempuan sejak tahap negosiasi hingga rekonstruksi pascakonflik.

“Jika perempuan tidak terlibat dalam proses negosiasi perdamaian, maka pembangunan kembali pascakonflik tidak akan responsif gender,” ujarnya.

UN Women juga menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan isu yang terpisah dari dinamika global, melainkan fondasi penting untuk memastikan hak serta perlindungan perempuan tetap terjaga dalam berbagai situasi, termasuk konflik bersenjata. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Perempuan di Sejumlah Negara Tuntut Diakhirinya Kekerasan dan Ketidaksetaraan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)