IAEA Sebut Tidak Ada Indikasi Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS dan Israel

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. (Anadolu Agency)

IAEA Sebut Tidak Ada Indikasi Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS dan Israel

Muhammad Reyhansyah • 3 March 2026 12:04

Vienna: Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran menyasar fasilitas nuklir negara tersebut. 

Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan klaim Teheran yang menyebut salah satu kompleks nuklirnya menjadi target.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi pada Senin, 2 Maret 2026 mengatakan lembaganya tidak melihat tanda-tanda kerusakan terbaru pada instalasi nuklir Iran.

“Kami tidak memiliki indikasi bahwa instalasi nuklir mana pun mengalami kerusakan atau terkena serangan,” ujar Grossi dalam pernyataan kepada rapat Dewan Gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara, seperti dikutip AsiaOne, Selasa, 3 Maret 2026.

Program nuklir Iran menjadi salah satu alasan yang dikemukakan Israel dan Amerika Serikat dalam melancarkan serangan tersebut, dengan tudingan bahwa Teheran semakin mendekati kemampuan untuk memproduksi bom atom.

Meski demikian, sejauh ini fasilitas nuklir Iran tampaknya sebagian besar luput dari kerusakan dalam gelombang serangan terbaru, berbeda dengan serangan pada Juni lalu.

Grossi mengungkapkan pusat tanggap krisis IAEA belum berhasil menjalin komunikasi dengan otoritas regulator nuklir Iran. Namun, ia menyebut masih ada kontak terbatas dengan pejabat Iran.

“Kami tentu tetap berkomunikasi dengan Iran, tetapi saat ini sangat terbatas. Hingga Kamis lalu, komunikasi itu sangat intens,” katanya dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa meski IAEA tidak memiliki staf di Iran saat ini, lembaganya memantau citra satelit secara ketat.

Sejak fasilitasnya dibom pada Juni, Teheran belum mengizinkan IAEA kembali ke lokasi tersebut.

Tak lama setelah Grossi menyampaikan pernyataannya, Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, mengatakan kepada wartawan di luar pertemuan tertutup bahwa kompleks nuklir Natanz menjadi sasaran serangan.

“Sekali lagi mereka menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan berada di bawah pengamanan kemarin,” ujar Najafi. Ketika ditanya fasilitas mana yang terdampak, ia menjawab singkat, “Natanz,” sebelum meninggalkan lokasi.

Seruan Lanjutkan Dialog

Natanz merupakan lokasi dua fasilitas pengayaan uranium yang juga diserang pada Juni lalu, satu fasilitas di atas tanah yang menurut IAEA telah hancur, serta fasilitas bawah tanah yang mengalami kerusakan berat.

Menanggapi pernyataan Najafi, Grossi menegaskan kembali posisi IAEA. 

“Saya tidak akan terlibat dalam polemik mengenai hal itu. Kami tetap pada pernyataan sebelumnya. Kami tidak melihat adanya aktivitas militer besar yang menargetkan fasilitas nuklir. Kami telah menelaah berbagai citra satelit,” katanya.

“Ada kemungkinan sesuatu terjadi, tetapi tidak signifikan atau sebanding dengan apa yang kami lihat sebelumnya,” tambahnya.

Grossi sebelumnya berada di Jenewa untuk mengikuti dua putaran terakhir perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman, membahas isu teknis nuklir dengan kedua pihak.

“Kesepahaman belum dapat dicapai kali ini. Saya yakin kita semua, secara wajar, merasakan frustrasi yang kuat,” ujarnya di hadapan dewan.

Ia pun menyerukan agar dialog dilanjutkan, seraya mengulang penilaian IAEA bahwa tidak ada indikasi kredibel mengenai program senjata nuklir terkoordinasi di Iran. Teheran sendiri membantah bahwa program nuklirnya memiliki tujuan militer.

Baca juga:  Menhan AS Bantah Serangan ke Iran Bertujuan Gulingkan Rezim

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)