Redam Sayap Malaysia, Herdman Sanjung Kinerja Hubner dan Dean James

Pesepak bola Tim Nasional Indonesia Justin Hubner (kiri) melewati pesepak bola Tim Nasional Malaysia Bergson Gustavo Silveira da Silva (kanan). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/app/kye.

Redam Sayap Malaysia, Herdman Sanjung Kinerja Hubner dan Dean James

Muhammad Adyatma Damardjati • 29 September 2026 00:48

Jakarta: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memuji penampilan impresif Justin Hubner dan Dean James pada laga kontra Malaysia. Menurutnya, duet lini pertahanan tersebut sukses mematikan kekuatan utama serangan Harimau Malaya dari sektor sayap kiri.

"Menurut saya 15-20 menit pertama kami memulai dengan baik. Kami tahu Malaysia tim yang bagus, terorganisir, dengan banyak talenta. Saya pikir kami menangani ancaman mereka dengan baik di sisi kiri, tapi kami tahu mereka punya kekuatan di sisi itu. Pemain kami, Hubner, Dean James, melakukan pekerjaan luar biasa di sana," ujar Herdman dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 28 September 2026.
 


Herdman menilai Indonesia sejatinya tampil mendominasi sebelum harus bermain dengan 10 orang. Skuad Garuda sempat menciptakan sejumlah peluang matang, termasuk gol yang dianulir hingga bola yang membentur tiang gawang.

"Kami punya beberapa momen bagus. Kami membentur tiang, ada gol yang dianulir. Jadi menurut saya ada banyak kerja baik saat kami dengan 11 orang," jelasnya.

Sembari berkelakar, Herdman mengungkapkan satu-satunya hal yang perlu dievaluasi dari performa timnya adalah strategi melancarkan serangan ketika tampil dengan 10 pemain.

"Saya pikir perbaikan berikutnya adalah strategi 10 pemain kami," seloroh pelatih asal Inggris tersebut.


Pesepak bola Tim Nasional Indonesia Rizky Ridho (kiri) berusaha menghalangi tendangan pesepak bola Tim Nasional Malaysia Paulo Josue (kanan) dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/app/kye.


Mengenai taktik bertahan total di sisa laga, Herdman menegaskan keputusan tersebut diambil secara realistis. Selain kondisi fisik pemain yang terkuras habis, raihan satu poin dinilai sudah cukup aman untuk menjaga posisi Indonesia di tangga klasemen.

"Strategi 10 pemain, seperti yang saya bilang, mungkin kami bisa lebih menyerang dalam formasi itu. Tapi saya pikir ketika para pemain sudah kehabisan tenaga dan mereka tahu hasil imbang juga hasil yang bagus untuk kami menuju laga terakhir, masih di kompetisi dengan poin yang sama, ya saya pikir perbaikan yang perlu hanya sentuhan pada bagian menyerang dari strategi 10 pemain," tutup Herdman.

(Fachri Audhia Hafiez)