Selesai Direhabilitasi, Wisma MPR Diharapkan Kembali Bermanfaat bagi Masyarakat

Peresmian Wisma MPR RI di Bandung setelah direhabilitasi. Dok Istimewa.

Selesai Direhabilitasi, Wisma MPR Diharapkan Kembali Bermanfaat bagi Masyarakat

Arga Sumantri • 27 September 2026 21:39

Bandung: Pimpinan MPR meresmikan Wisma MPR di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol kembalinya fungsi Wisma MPR RI setelah melalui proses rehabilitasi.

Peresmian dilakukan Ketua MPR Ahmad Muzani didampingi Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) Minggu, 27 September 2026. Bangunan tersebut merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat kebakaran dalam aksi unjuk rasa pada Agustus 2025.

Ibas mengatakan pemulihan Wisma MPR tidak hanya berkaitan dengan mengembalikan fungsi sebuah bangunan, tetapi juga menjaga nilai sejarah dan semangat yang melekat di dalamnya. Menurutnya, keberadaan bangunan tersebut menyimpan bagian dari perjalanan kelembagaan negara dalam mengawal konstitusi dan kedaulatan rakyat.

"Ada sejarah, ada perjuangan, ada pemikiran dari tempat ini yang terus mengawal konstitusi, menjaga kedaulatan rakyat untuk memajukan Indonesia dan menyejahterakan rakyat," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 September 2026.

Ia berharap Wisma MPR di Jawa Barat dapat terus dirawat dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kelembagaan maupun kemasyarakatan sehingga keberadaannya memberikan manfaat yang lebih luas.

"Semoga Wisma MPR RI di Jawa Barat ini terus dilestarikan dan digunakan untuk memberikan manfaat demi kemaslahatan bangsa," ungkapnya.

Mengembalikan Fungsi dan Nilai Sejarah

Menurut dia, proses pemulihan Wisma MPR RI menjadi bagian penting untuk memastikan bangunan yang memiliki nilai sejarah tersebut kembali dapat digunakan secara optimal. Pemulihan menunjukkan pentingnya menjaga fasilitas kelembagaan yang memiliki nilai historis sekaligus memastikan bangunan tersebut dapat kembali menjalankan fungsinya.

"Tempat seperti ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang sejarah, perjuangan, dan pemikiran yang pernah hadir di dalamnya. Karena itu, menjaga dan memanfaatkannya menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Ibas menilai keberadaan Wisma MPR RI di Bandung dapat mendukung berbagai kegiatan kelembagaan MPR, termasuk penyerapan aspirasi masyarakat dan kegiatan kemasyarakatan. Selain itu, pemanfaatan bangunan tersebut dapat dikembangkan untuk kegiatan edukasi maupun kegiatan kelembagaan lainnya yang memberikan ruang interaksi antara lembaga negara dan masyarakat.

Menurut Ibas, fungsi tersebut penting agar fasilitas negara tidak hanya dipandang sebagai bangunan, tetapi benar-benar digunakan untuk mendukung tugas kelembagaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peresmian Wisma MPR RI di Bandung setelah direhabilitasi. Dok Istimewa.

Pemulihan Fasilitas Negara

Ketua MPR Ahmad Muzani berharap berbagai pihak terus berkomunikasi dan berkoordinasi sehingga Wisma MPR RI dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan kemasyarakatan, penyerapan aspirasi masyarakat, serta kegiatan yang menunjang kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, proses revitalisasi Wisma MPR RI menjadi bagian dari pemulihan fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya menyampaikan bahwa rehabilitasi bangunan cagar budaya tersebut dilakukan dengan kajian sejarah serta mempertahankan bentuk aslinya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti nilai heritage yang dimiliki Kota Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki banyak bangunan bersejarah yang perlu dijaga, termasuk Wisma MPR RI.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong penggunaan gedung-gedung milik pemerintah untuk kegiatan pemerintahan, termasuk dengan tidak lagi mengalokasikan anggaran rapat pemerintahan di hotel. 

Keberadaan Wisma MPR yang telah kembali direhabilitasi dapat menjadi salah satu fasilitas yang mendukung kegiatan kelembagaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset pemerintah.

(Arga Sumantri)