Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko. Metro TV/Azri
Polri Sebut Tradisi Pergantian Pimpinan Punya Makna Pengabdian
Metro TV • 2 October 2026 19:24
Jakarta: Pergantian kepemimpinan di internal Polri diiringi sejumlah tradisi organisasi. Prosesi tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan pengabdian pejabat yang menjalankan tugas.
“Tradisi dalam organisasi Polri yang tentu memiliki nilai-nilai, tidak hanya secara seremonial, tapi juga memiliki makna,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut dia, rangkaian tradisi menjadi penghormatan terhadap pejabat yang menyelesaikan masa pengabdiannya sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai institusi.
“Makna ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan pengabdian pejabat di Polri yang telah melaksanakan tugas sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai,” ujar Trunoyudo.
%20Kapolri%20dari%20Jenderal%20Listyo%20Sigit%20Prabowo%20ke%20Jenderal%20Suyudi%20Ario%20Seto%20di%20Lapangan%20Bhayangkara%2C%20Jakarta%20Selatan_%20Foto_%20Metro%20TV.jpeg)
Serah terima jabatan (sertijab) Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Suyudi Ario Seto di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan. Foto: Metro TV/Azri
Salah satu rangkaian tradisi tersebut berupa penyerahan Panji-Panji Polri Tribrata dan farewell parade di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Dia mengatakan Panji Tribrata menjadi sebuah simbol kehormatan dan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri.
“Panji tersebut merupakan simbol kehormatan dan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri,” ujar Trunoyudo.
(M. Azri Arifin)