Paus Leo XIV Akan Dirawat di Rumah Sakit Roma untuk Pengangkatan Nodul Paru-Paru

Paus Leo XIV. (Anadolu Agency)

Paus Leo XIV Akan Dirawat di Rumah Sakit Roma untuk Pengangkatan Nodul Paru-Paru

Willy Haryono • 13 October 2026 20:14

Roma: Paus Leo XIV dijadwalkan masuk rumah sakit di Roma pada Selasa, 13 Oktober 2026, untuk menjalani operasi pengangkatan nodul di paru-parunya.

Nantinya dokter akan memeriksa apakah lesi tersebut bersifat ganas dan menentukan apakah ia membutuhkan perawatan lanjutan.

Mengutip dari ITV, Paus Leo menunjukkan keterbukaan yang tidak biasa mengenai masalah kesehatan serius pertama yang diungkapkan kepada publik selama 17 bulan masa kepausannya.

Ia mengungkapkan temuan nodul kecil yang terlokalisasi di paru-parunya saat doa tengah hari pada Minggu dan mengumumkan rencana untuk mengangkatnya melalui operasi.

Vatikan mengatakan Paus Leo akan masuk Rumah Sakit Gemelli pada Selasa menjelang siang. Namun, belum ada informasi mengenai waktu pelaksanaan operasinya.

Operasi tersebut biasanya dilakukan dengan anestesi umum dan diperkirakan mengharuskan Leo menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan. Karena itu, Vatikan pada Senin membatalkan seluruh agenda audiensi Paus hingga 20 Oktober.

“Hal-hal seperti ini dapat ditangani dengan sangat baik, jika kata-kata yang digunakannya mencerminkan kondisi klinis yang sebenarnya,” kata Lorenzo Spaggiari, Direktur Bedah Toraks di European Institute of Oncology (EIO), Milan.

Spaggiari tidak terlibat langsung dalam perawatan Paus, tetapi mengenal tim medis di Rumah Sakit Gemelli.

Kardinal Tokyo Kikuchi Tsutomu, yang bertemu Leo pada Senin, mengatakan Paus menyampaikan bahwa dirinya merasa baik-baik saja. Menurut Kikuchi, Leo memutuskan segera menjalani operasi agar tidak perlu mengubah rencana perjalanan mendatang ke Amerika Latin.

EIO menyarankan pasien untuk tidak bepergian dengan pesawat selama tiga pekan setelah operasi. Jangka waktu tersebut memungkinkan Leo tetap berpeluang melakukan perjalanan yang telah direncanakan pada 6–17 November ke Uruguay, Argentina, dan Peru, bergantung pada proses pemulihannya.

Teknologi Robotik

Spaggiari memperkirakan tim medis di Gemelli akan melakukan biopsi untuk memastikan apakah nodul tersebut merupakan kanker paru-paru. Setelah itu, dokter kemungkinan mengangkat bagian atau lobus paru-paru tempat nodul berada.

Kedua prosedur tersebut dapat dilakukan dengan bantuan teknologi robotik dan secara berurutan di bawah anestesi yang sama, dengan melibatkan tim spesialis berbeda, kata Spaggiari.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah sistem bronkoskopi robotik canggih bernama ION. Teknologi ini memungkinkan dokter mengambil sampel jaringan dari nodul berukuran sekecil tiga milimeter.

Rumah Sakit Gemelli dan EIO sama-sama memiliki teknologi tersebut, yang baru tersedia di Italia selama sekitar dua tahun.

Gemelli juga memiliki teknologi bedah robotik yang memungkinkan pengangkatan nodul dilakukan dengan teknik minimal invasif, menurut Spaggiari.

Dalam prosedur tersebut, dokter bedah membuat empat sayatan kecil di dada untuk memasukkan instrumen yang terhubung dengan robot da Vinci. Dokter kemudian mengendalikan lengan robot sambil melihat layar yang menampilkan area operasi dalam gambar tiga dimensi beresolusi tinggi.

“Ini adalah teknologi yang sudah sangat mapan. Kami telah menggunakan metode ini selama 20 tahun,” kata Spaggiari.

Belum diketahui secara pasti teknik apa yang akan digunakan dalam operasi Leo. Gemelli sebelumnya telah mendokumentasikan penggunaan prosedur robotik untuk diagnosis maupun operasi yang dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari empat jam.

Menurut Spaggiari, risiko biopsi hampir nol, sedangkan risiko operasi tergolong sangat rendah. Pada pasien yang secara umum sehat serta memiliki fungsi jantung dan paru-paru yang baik, tingkat kematian akibat operasi tersebut berkisar antara 0,6 hingga 0,8 persen.

Baca juga: Paus Leo XIV Labeli Metode Suntik Mati sebagai 'Belas Kasih Palsu'

(Willy Haryono)