Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. (Anadolu Agency)
Uni Eropa Tambah Hampir 1.600 Sanksi Baru terhadap Industri Militer Rusia
Willy Haryono • 12 October 2026 17:03
Brussels: Menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa (UE) menyepakati hampir 1.600 daftar sanksi baru yang menargetkan kompleks industri militer Rusia, ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas pada Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam pernyataan melalui platform media sosial X, Kallas menyebut langkah tersebut sebagai “perluasan tunggal terbesar” daftar sanksi UE sejak perang di Ukraina dimulai pada Februari 2022.
“Lebih dari separuhnya terkait dengan rantai produksi rudal balistik. Kami secara signifikan mempersulit, memperlambat, dan meningkatkan biaya bagi Rusia untuk memproduksi senjata yang digunakannya untuk membunuh warga Ukraina,” kata Kallas, seperti dilansir dari Anadolu.
Secara terpisah, Dewan UE mengumumkan keputusan memperpanjang kerangka sanksi yang menargetkan proliferasi dan penggunaan senjata kimia selama lima tahun, hingga 30 Oktober 2031.
Dewan UE juga memperpanjang masa berlaku sanksi terhadap individu yang masuk dalam kerangka tersebut selama satu tahun, hingga 30 Oktober 2027.
Menurut pernyataan Dewan UE, langkah pembatasan saat ini berlaku terhadap 31 individu dan enam entitas.
Mereka yang masuk dalam daftar sanksi dikenai pembekuan aset. Warga negara dan perusahaan UE juga dilarang menyediakan dana atau sumber daya ekonomi kepada mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Individu yang masuk daftar tersebut juga dikenai larangan bepergian ke wilayah UE.
Baca juga: Gencatan Senjata Diumumkan Trump, Zelensky Sebut Rusia Masih Bom Ukraina