Luapan Sungai Bingai dan Mencirim Rendam Binjai, 3.885 Jiwa Terdampak

Ilustrasi banjir. (Foto: BNPB)

Luapan Sungai Bingai dan Mencirim Rendam Binjai, 3.885 Jiwa Terdampak

Lukman Diah Sari • 30 October 2026 16:31

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkankan bencana banjir melanda Kota Binjai, Sumatra Utara, pada Kamis dini hari, 29 Oktober 2026. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Bingai dan Sungai Mencirim.

"Sebanyak 1.014 KK atau 3.885 jiwa terdampak. BPBD Kota Binjai telah melakukan penanganan," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Oktober 2026.

Dia menyebut banjir berdampak pada empat kelurahan, yaitu Rambung Timur dan Rambung Dalam di Kecamatan Binjai Selatan, Setia di Kecamatan Binjai Kota, serta Mencirim di Kecamatan Binjai Timur. Saat ini, kata Berton, warga dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut.


Ilustrasi-Luapan sungai Belumai di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Kamis (29/10) dini hari). (MI)

Menyikapi kejadian bencana, khususnya hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah maupun masyarakat di daerah berpotensi risiko tinggi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Untuk mengurangi risiko dan dampak banjir, masyarakat diimbau membersihkan saluran air dan drainase secara gotong royong agar aliran air tetap lancar.

"Susur sungai hendaknya dilakukan dengan supervisi petugas BPBD dan mengutamakan keselamatan," pesan dia.

Masyarakat juga perlu mengenali jalur evakuasi serta lokasi tujuan yang aman, dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk minimal tiga hari. Pengecekan infrastruktur bendungan harus dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilakukan oleh petugas yang kompeten.

(Lukman Diah Sari)