Summer Course 2026: Kolaborasi Internasional Merancang Masa Depan Kawasan Transmigrasi Hijau di Barelang

Delegasi Summer Course 2026 berdiskusi dan berinteraksi dengan masyarakat di kawasan transmigrasi Barelang, Batam. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/Panitia Summer Course 2026)

Summer Course 2026: Kolaborasi Internasional Merancang Masa Depan Kawasan Transmigrasi Hijau di Barelang

Patrick Pinaria • 4 October 2026 18:07

Batam: Kementerian Transmigrasi bersama Universitas Diponegoro (Undip) dan Technical University of Munich (TUM), Jerman, berkolaborasi menggelar Summer Course 2026 bertajuk Transformative Transmigration Planning Towards Green Barelang.

Acara yang berlangsung sejak 1-10 Oktober 2026 ini mengusung pendekatan pembelajaran praktis. Program ini bertujuan merumuskan strategi penataan kawasan transmigrasi Tanjung Banon, Kecamatan Galang, Batam agar menjadi permukiman yang lebih ramah lingkungan, mandiri, dan berkelanjutan berbasis pertumbuhan hijau.

Pada hari ketiga kegiatan, para delegasi lintas disiplin ilmu, mulai dari geografi, pengelolaan lahan, hingga teknik lingkungan, turun langsung mengobservasi kondisi lapangan di kawasan Rempang Eco City. Para delegasi juga mengumpulkan data dan masukan dari masyarakat untuk merumuskan inovasi dalam empat bidang utama, yakni tata ruang dan ekonomi, penataan lahan, kelestarian lingkungan pesisir, serta pemberdayaan masyarakat.


Delegasi Summer Course 2026 mengobservasi kondisi kawasan Rempang Eco City, Batam, sebagai bagian dari kegiatan lapangan. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/Panitia Summer Course 2026)

Salah satu delegasi asal TUM Jerman, Alina mengaku mendapatkan wawasan baru dari keramahan warga lokal dan kearifan hidup masyarakat Indonesia. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat kerja sama kedua negara sekaligus membuka peluang program pertukaran di masa mendatang.

"Jadi, saya pikir sangat menyenangkan bagi kami bisa datang ke sini. Kami belajar banyak tentang masyarakat Indonesia dan gaya hidup di sini bersama orang-orang yang sangat ramah. Mungkin ke depannya bisa ada pertukaran balik ke Jerman, sehingga kedua negara ini bisa saling terhubung, menciptakan sesuatu bersama, dan saling belajar satu sama lain," ujar Alina pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Senada dengan Alina, delegasi TUM lainnya, Jacob menilai transmigrasi dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup apabila aspek ekologis, ekonomi, dan sosial diintegrasikan secara tepat.

"Saya pikir transmigrasi dapat menjadi peluang yang baik bagi masyarakat jika beberapa aspek seperti ekologis, ekonomis, dan juga sosial diintegrasikan dengan cara yang benar. Masyarakat dapat sangat diuntungkan dan mendapatkan manfaat finansial maupun ekologis di sini," ungkap Jacob dalam kesempatan yang sama.
 



Kehadiran mahasiswa asal Jerman di kawasan Rempang Eco City mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Salah satu warga Rempang Eco City, Garim mengaku bangga ada mahasiswa luar negeri yang datang untuk belajar dari tempat tinggalnya.

"Tentunya kita sebagai warga lokal, warga Indonesia terutama kita yang warga-warga relokasi ini sangat beruntung karena adanya warga luar Indonesia yang datang menimba ilmu di sini. Tentunya kita bangga, karena walaupun kita dari tempat yang pedalaman, kita bisa memberikan ilmu kepada warga dari luar negeri," kata Garim, Minggu, 4 Oktober 2026.


Delegasi Summer Course 2026 mengamati kawasan Barelang dalam kegiatan lapangan untuk merumuskan pengembangan kawasan transmigrasi. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/Panitia Summer Course 2026)

Pengembangan kawasan transmigrasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pembangunan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono menekankan setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda. Untuk itu, strategi pengembangannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing daerah.

Pandangan tersebut sejalan dengan visi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara yang menegaskan arah baru program transmigrasi dengan fokus pada pengembangan wilayah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Program transmigrasi yang baru mengembangkan wilayah yang menyediakan peluang bagi masyarakat. Kita tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat untuk menempati lahan. Kita membangun ekosistem ekonomi tempat masyarakat dapat bekerja, berkembang, dan mencapai kesejahteraan," ujar Mentrans di Jakarta pada Sabtu, 26 September 2026.

Program Summer Course 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun jembatan pengetahuan antarnegara, serta memperkuat kolaborasi riset dan pendidikan secara berkelanjutan dan memiliki dampak nyata terhadap perkembangan kawasan transmigrasi.

(Patrick Pinaria)