Menlu AS Tegaskan Insiden Laboratorium Biologi Rusia bukan Kekhawatiran

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto: Anadolu

Menlu AS Tegaskan Insiden Laboratorium Biologi Rusia bukan Kekhawatiran

Fajar Nugraha • 6 October 2026 07:35

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan pada hari Senin bahwa insiden infeksi di fasilitas penelitian biologi Rusia bukanlah "penyebab kekhawatiran”.

Rubio menegaskan bahwa pihak berwenang Amerika memantau perkembangan situasi dengan cermat.

"Menurut saya, hal ini bukan penyebab kekhawatiran, namun patut menjadi perhatian dan perlu terus dipantau," ujar Rubio kepada para wartawan menjelang kunjungan diplomatik ke Eropa yang mencakup Islandia, Yunani, dan Portugal.

Rubio mengatakan, Washington mengandalkan informasi dari Moskow yang menunjukkan bahwa seorang peneliti terinfeksi, sehingga mendorong otoritas setempat menerapkan karantina guna mencegah potensi penularan.

Meskipun mencatat bahwa perjalanan antara AS dan Rusia masih sangat dibatasi, Rubio memperingatkan bahwa patogen yang lolos dari ruang isolasi dapat menyebar dengan cepat, seraya menambahkan: "Jadi, kami terus mengawasi dan memantaunya dengan cermat."

“Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan bahwa seorang karyawan perempuan di Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk meninggal dunia setelah didiagnosis menderita pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui," sebagaimana dilaporkan kantor berita negara Rusia, Tass, dikutip dari Anadolu, Selasa 6 Oktober 2026.

Laporan setempat menyebutkan bahwa perempuan berusia 28 tahun itu meninggal setelah mengalami kecelakaan, yang memicu karantina rumah sakit dan kewajiban penggunaan masker di sebuah pabrik, meskipun badan perlindungan konsumen Rusia menyatakan situasi epidemiologis tetap stabil.

Keamanan misi diplomatik AS di Kyiv

Menanggapi peringatan dari Moskow yang mendesak misi asing untuk mengevakuasi ibu kota Ukraina, Rubio menegaskan kembali bahwa Kedutaan Besar AS di Kyiv tetap beroperasi, dengan tinjauan keamanan yang dilakukan setiap hari.

Rubio mengatakan, peringatan Rusia tersebut bukanlah hal baru mengingat Kyiv masih terus diserang, serta menganggap peringatan terbaru itu sebagai kelanjutan dari retorika yang telah berulang kali disampaikan oleh para pejabat Rusia selama berbulan-bulan.

Ia menekankan bahwa pemerintah mengevaluasi keamanan pos-pos diplomatik di seluruh dunia setiap hari, seraya menyatakan bahwa Washington akan menyesuaikan langkah jika diperlukan, namun belum melakukannya hingga saat ini.

(Fajar Nugraha)