Karhutla Landa Toraja Utara Hanguskan Makam Tebing, Ratusan Peti Ludes

Ilustrasi-Liang Pongtimban. (OSC Medcom.id)

Karhutla Landa Toraja Utara Hanguskan Makam Tebing, Ratusan Peti Ludes

Lina Herlina • 26 October 2026 16:09

Toraja Utara: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merambat ke kawasan kompleks pemakaman tradisional tebing batu, Liang Pongtimban, di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Akibat insiden ini, puluhan liang dan ratusan peti jenazah peninggalan leluhur ludes dibakar api. 

Peristiwa tersebut melanda Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu' Selatan, Kecamatan Baruppu', sejak Jumat malam hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. Kobaran api dari lahan sekitar menjalar cepat dan melahap area tebing batu yang selama ini menjadi tempat peristirahatan terakhir warga setempat secara turun-temurun.

Ilustrasi. (OSC Medcom.id)

Sebagai informasi, Liang Pongtimban adalah makam purba khas masyarakat Toraja berupa lubang-lubang pahatan pada dinding tebing. Satu liang umumnya digunakan untuk menyimpan tumpukan peti jenazah dari satu rumpun keturunan. Lantaran telah digunakan sejak zaman dahulu, jumlah peti mati yang menjadi abu dalam kebakaran diperkirakan mencapai ratusan unit.

Merespons hilangnya warisan budaya tersebut, Lurah Baruppu' Selatan, Natan Pongtoko, langsung bergerak melapor ke Polres Toraja Utara pada Sabtu malam. Ia menemui Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat untuk meminta kepolisian menyelidiki pemicu pasti kebakaran.

Natan menegaskan, jika dari hasil penyelidikan ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan, pihaknya mendesak agar pelaku diproses hukum secara tegas.

"Saya sudah ke Polres melapor supaya Polres Toraja Utara mengusut tuntas kejadian ini," tutur Natan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, membenarkan bahwa jajarannya telah menerima laporan resmi dari Lurah Baruppu' Selatan. Ia memastikan kepolisian akan langsung mengambil langkah hukum dan merampungkan berkas administrasi penyelidikan pada Senin, 26 Oktober 2026.

"Kami segera lengkapi administrasinya," tutur Ruxon.

(Lukman Diah Sari)