Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Kemenhut akan Gelar Patroli Besar untuk Antisipasi Karhutla Jambi
Fachri Audhia Hafiez • 27 October 2026 19:31
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bakal memperketat pengawasan area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Langkah ini dilakukan dengan menggelar patroli berskala besar pada awal November 2026.
“Kita berharap nanti akan ada patroli besar-besaran juga dari TNI Polri, Manggala Agni, kepolisian kehutanan, dan juga BPBD agar tidak ada titik baru, tidak ada titik api baru pasca tanggal 2 November sampai musim hujan lebih besar,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Jambi, dilansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Raja Juli mengungkapkan, situasi karhutla di Jambi saat ini sejatinya telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan pemantauan sistem Sipongi, titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi sudah tidak terdeteksi, meski petugas di lapangan masih menangani dua lokasi titik api tersisa.
“Hari ini saya datang kembali ke Jambi untuk kesekian kalinya terutama mengecek perkembangan Jambi. Alhamdulillah, syukurillah keadaan Jambi jauh lebih baik ketimbang tiga minggu lalu ketika saya datang ke sini,” kata Raja Juli.
.jpeg)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jambi berpotensi diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi hingga 2 November 2026. Momentum ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk pembasahan lahan melalui kombinasi hujan alami, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), hingga pembasahan darat oleh tim gabungan.
“Berita baik lainnya alhamdulillah bahwa musim hujan akan segera datang di Jambi. Ada hujan yang tadi dikatakan oleh BMKG curah hujan cukup tinggi sampai tanggal 2 November. Insyaallah amin ya rabbal alamin, semoga jendela sampai tanggal 2 November ini benar-benar kita manfaatkan untuk pembasahan,” kata Raja Juli.
Raja Juli juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap disiplin dan tidak kembali melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Hal ini demi mencegah munculnya titik api baru di wilayah Jambi.