Ilustrasi. Foto: Dok MI
BEI Yakin Pasar Modal RI Tetap Layak Berada di Emerging Market
Eko Nordiansyah • 19 October 2026 14:10
Jakarta: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik meyakini Indonesia tetap memenuhi seluruh kriteria untuk berada di dalam kategori emerging market. Keyakinan tersebut tidak hanya berasal dari pihak bursa, melainkan juga disepakati oleh para partisipan serta investor global yang berdiskusi dengan mereka.
"Kalau Indonesia layak di emerging, rasanya itu bukan pendapat kami saja, bahkan para partisipan, para investor global yang berdiskusi dengan kami semua sepakat Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada di emerging market," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, dalam lampiran yang disampaikan oleh pihak MSCI, tertera banyak poin penilaian yang menunjukkan Indonesia memenuhi syarat. Bahkan, dalam beberapa aspek penilaian tertentu, posisi Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan negara-negara emerging market lainnya.
Selain itu, fundamental dari perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa dinilai masih sangat baik. Emiten-emiten di pasar modal domestik tercatat masih membukukan keuntungan serta mampu membagikan dividen yang cukup memadai kepada para pemegang sahamnya.
Baca Juga :
Ini Alasan BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7%
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Fundamental kuat hingga dukungan investor domestik
Menurut Jeffrey, kuatnya fundamental pasar modal domestik juga didukung oleh jumlah investor ritel yang sudah sangat besar. Pihaknya terus mendorong agar investor institusi domestik dapat berpartisipasi lebih aktif di pasar modal Indonesia."Pasar modal kita fundamentalnya kuat, tentu akan menjadi prospek yang baik bagi investor, khususnya investor institusi domestik kita," tambah Jeffrey.
Dengan kombinasi fundamental yang kokoh, besarnya jumlah investor domestik, serta upaya mempertahankan investor asing untuk tetap bertransaksi di dalam negeri, BEI memiliki keyakinan yang tinggi prospek pasar modal Indonesia ke depan akan jauh lebih baik.