Militer Yaman mengklaim 129 personel Houthi tewas dan 176 terluka dalam bentrokan. (Anadolu Agency)
Militer Yaman Klaim Tewaskan 129 Milisi Houthi dalam Bentrokan di Kota Taiz
Muhammad Reyhansyah • 20 October 2026 17:32
Sanaa: Militer Yaman mengklaim 129 personel Houthi tewas dan 176 lainnya terluka dalam bentrokan serta serangan udara selama 48 jam di Provinsi Taiz, wilayah barat daya negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Senin, 19 Oktober 2026, Komando Militer Taiz mengatakan pasukan pemerintah melanjutkan serangan terhadap posisi Houthi di Distrik al-Misrakh, selatan Kota Taiz, untuk hari kedua berturut-turut.
Operasi tersebut dilakukan dengan dukungan para pejuang lokal dan warga setempat, yang menurut militer menyebabkan kerugian besar bagi kelompok Houthi.
Komando tersebut juga menyatakan unit militer melakukan penggerebekan terhadap posisi Houthi di front al-Aqrud, yang menewaskan dan melukai sejumlah pejuang.
Selain itu, pesawat tempur melancarkan 13 serangan udara pada Senin malam. Serangan tersebut menargetkan posisi Houthi, persenjataan, peralatan militer, gudang amunisi, serta konsentrasi pejuang di berbagai wilayah Provinsi Taiz.
“Sebanyak 129 pejuang Houthi tewas dan 176 lainnya terluka akibat serangan pasukan kami dan serangan udara selama 48 jam terakhir,” kata Komando Militer Taiz, dikutip dari Anadolu, Selasa, 20 Oktober 2026.
Houthi belum memberikan tanggapan langsung atas klaim militer Yaman tersebut.
Taiz Jadi Wilayah Strategis
Provinsi Taiz memiliki posisi strategis karena menghubungkan wilayah utara dan selatan Yaman. Wilayah ini juga menjadi jalur transportasi dan pasokan penting antara Aden, ibu kota sementara Yaman, dengan kawasan tengah dan utara negara tersebut.Taiz turut mencakup Pelabuhan Mokha, yang terletak di dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di Laut Merah.
Sejak pertempuran meningkat pada Juli, pasukan pemerintah dan sekutunya telah mengumumkan kemajuan di sejumlah front, termasuk merebut kembali kendali atas Selat Bab el-Mandeb dan sejumlah wilayah di Distrik Dhubab.
Di sisi lain, Houthi memperketat pengepungan terhadap Kota Taiz dari dataran tinggi di wilayah utara, barat, dan timur setelah mengalami kemajuan di sejumlah kawasan pedesaan provinsi tersebut.
Yaman dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada September 2014.
Situasi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Houthi kini menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman. Sementara itu, pasukan pemerintah dan sekutunya menguasai Aden serta sebagian besar wilayah selatan dan timur negara tersebut.
Baca juga: Kelompok Houthi Menembak 4 Rudal Balistik ke Pertahanan Pemerintah Yaman