Pemukim Israel Kuasai Delapan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Warga ilegal Israel kerap menyerang wilayah pemukim Palestina di Tepi Barat. Foto: Arab Weekly

Pemukim Israel Kuasai Delapan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Muhammad Reyhansyah • 5 November 2026 13:05

Ramallah: Delapan rumah milik warga Palestina di Desa Al-Duyuk al-Tahta, Tepi Barat yang diduduki, diambil alih oleh warga Israel, Rabu, 4 November 2026.

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, yang mengutip sumber keamanan melaporkan warga Israel datang bersama keluarga mereka, mendobrak pintu, kemudian menguasai rumah-rumah tersebut ketika pemiliknya sedang tidak berada di tempat.

Pada hari yang sama, pasukan Israel juga memasuki Jericho dan sejumlah kamp pengungsi di sekitarnya. Mereka dilaporkan mengerahkan kendaraan militer dan melintasi jalan-jalan di kawasan tersebut.

“Pengambilalihan rumah di Al-Duyuk al-Tahta telah berulang kali terjadi seiring meluasnya pembangunan permukiman Israel di wilayah itu,” sebut laporan WAFA, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 5 November 2026.

Sebelumnya pada Rabu, Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina menyatakan Israel telah menyita 2.536,44 dunam atau sekitar 253,64 hektare lahan milik tiga desa di barat laut Ramallah.

Penyitaan tersebut dilakukan melalui penetapan lahan sebagai “tanah negara” yang diterbitkan pada Selasa. Wilayah yang terdampak mencakup lahan milik Desa Beitillu, Al-Mazra'a al-Qibliya, dan Deir Ammar, yang berada di dekat permukiman Kerem Reim.

Komisi tersebut memperingatkan penetapan itu memungkinkan otoritas Israel mengalokasikan lahan untuk perluasan permukiman. Kebijakan tersebut dinilai mengancam kawasan pertanian dan membatasi ruang bagi ketiga desa untuk berkembang.

Menurut data resmi Palestina, sekitar 750.000 warga Israel tinggal di 194 permukiman dan 400 pos permukiman di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

(Fajar Nugraha)