Sedikitnya 33 orang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan ADF di RD Kongo. (Anadolu Agency)
Serangan Pemberontak di Kongo Tewaskan 33 Orang, Puluhan Rumah Dibakar
Willy Haryono • 7 November 2026 11:00
Beni: Sedikitnya 33 orang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok pemberontak Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) di sejumlah desa di Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, menurut laporan otoritas setempat pada Jumat, 6 November 2026.
Serangan terhadap sejumlah desa tersebut terjadi pada Kamis malam di wilayah Beni, Provinsi Kivu Utara.
Administrator Wilayah Beni, Charles Omeonga, mengatakan para pemberontak menyerang beberapa desa secara bersamaan sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Mereka membunuh warga menggunakan senjata tajam dan senjata api.
Serangan menyasar kawasan Lubumbashi, Kananga, dan Yambi-Yaya.
Mengutip dari media Anadolu, para pelaku juga membakar rumah dan tempat usaha sebelum melarikan diri ke arah hutan. Akibatnya, warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari perlindungan di sejumlah wilayah sekitar yang lebih aman.
Sekitar 60 rumah dan tempat usaha dilaporkan terbakar, begitu pula sejumlah sepeda motor.
Media lokal melaporkan bahwa setelah mengerahkan pasukan tambahan ke lokasi, militer melancarkan operasi untuk mengejar para pelaku.
Serangan tersebut terjadi setelah Kepala Misi Penjaga Perdamaian PBB di Kongo (MONUSCO), James Swan, bertemu dengan para pemimpin Provinsi Kivu Utara untuk membahas situasi keamanan di wilayah tersebut.
Swan menegaskan komitmen MONUSCO untuk mendukung otoritas Kongo dalam upaya memulihkan perdamaian dan keamanan. Ia mengatakan perlindungan warga sipil tetap menjadi prioritas misi tersebut.
“Perlindungan warga sipil tetap menjadi prioritas kami,” ujar Swan.
Pasukan Uganda dan Kongo telah menjalankan operasi militer bersama untuk memerangi kelompok pemberontak ADF sejak 2021. ADF telah lama beroperasi di wilayah timur Kongo dan memiliki afiliasi dengan kelompok Islamic State (ISIS) atau biasa juga disebut Daesh.
Baca juga: Kongo dan Kelompok M23 Sepakati Roadmap Perdamaian untuk Akhiri Konflik