BMKG Deteksi 245 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Timur

Peta sebaran titik panas di Kaltim (Dok. BMKG Kaltim)

BMKG Deteksi 245 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Timur

Media Indonesia • 3 November 2026 18:41

Samarinda: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim) mendeteksi 245 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah provinsi tersebut. Kutai Barat dan Kutai Timur menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.

Berdasarkan data BMKG yang diolah dari pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 melalui Data FTP Himawari, ratusan titik panas itu terpantau hingga Selasa, 3 November 2026, pukul 17.35 Wita.

Dari keseluruhan titik panas yang terdeteksi, BMKG mengelompokkan 11 titik dalam tingkat kepercayaan rendah, 229 titik berstatus sedang, dan lima titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kabupaten Kutai Barat mencatat jumlah terbanyak, yakni 76 titik panas. Berikutnya, Kutai Timur memiliki 65 titik dan Kutai Kartanegara sebanyak 53 titik.

BMKG Kaltim mengingatkan masyarakat, pemangku kepentingan, dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan.
 


Selain itu, warga diharapkan segera menyampaikan laporan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Pelaporan lebih awal diperlukan agar penanganan dapat segera dilakukan.

Dalam pemantauan kali ini, tidak ditemukan titik panas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Padahal, pada periode sebelumnya wilayah tersebut sempat mencatat tujuh titik panas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut wilayah PPU tidak memiliki titik panas berdasarkan pemantauan pada Selasa sore.

”Alhamdulillah hari ini PPU bersih dan nihil titik panas,” sebutnya, Selasa, 3 November 2026.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.


Nurlaila mengatakan BPBD PPU tetap menjalankan sejumlah langkah pencegahan untuk mengantisipasi kemunculan titik panas. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli pemantauan, penyampaian edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan kepala desa, lurah, dan ketua RT, serta pemeriksaan langsung di lapangan (ground check) apabila ditemukan titik panas.

Menurut Nurlaila, kondisi cuaca yang mendung dan tidak panas turut memengaruhi situasi di wilayah PPU. Ia menilai potensi kebakaran meluas dapat dikendalikan dalam kondisi angin yang tidak kencang dan suhu yang tidak panas.

”Tetapi kami tetap mengimbau agar warga tidak melakukan pembakaran. Kami juga akan memaksimalkan pendekatan secara personal ke warga dalam memberikan edukasi bahaya karhutla ini,” tutupnya.

Sebaran titik panas di wilayah Kaltim berdasarkan data BMKG adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Kutai Barat: 76 titik (7 rendah, 68 sedang, 1 tinggi).
  • Kabupaten Kutai Timur: 65 titik (0 rendah, 63 sedang, 2 tinggi).
  • Kabupaten Kutai Kartanegara: 53 titik (3 rendah, 50 sedang, 0 tinggi).
  • Kabupaten Mahakam Ulu: 16 titik (0 rendah, 16 sedang, 0 tinggi).
  • Kabupaten Paser: 12 titik (0 rendah, 12 sedang, 0 tinggi).
  • Kabupaten Berau: 11 titik (1 rendah, 8 sedang, 2 tinggi).
  • Kota Samarinda: 7 titik (0 rendah, 7 sedang, 0 tinggi).
  • Kota Balikpapan: 4 titik (0 rendah, 4 sedang, 0 tinggi).
  • Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN): 2 titik (0 rendah, 2 sedang, 0 tinggi).
  • Kota Bontang: 1 titik (0 rendah, 1 sedang, 0 tinggi).

(Whisnu M)