Gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI.
BI Sebut Kinerja Korporasi dan Konsumsi Topang Kredit
Andika Fauzan Azhari • 23 October 2026 15:49
Jakarta: Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Mal Isnaini S. Meyyanti mengatakan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terus menguat menjadi indikator perbankan nasional masih memiliki potensi besar untuk menumbuhkan kreditnya.
"Korporasi kita sampai dengan triwulan sekarang ini pertumbuhannya itu terus tumbuh, gitu. Artinya perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia itu sudah mulai meningkat ininya, operasinya, penjualannya meningkat," ujar Mal Isnaini dalam Taklimat Media di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja operasional dan penjualan korporasi diiringi dengan kemampuan membayar kewajiban kepada perbankan yang tetap terjaga dengan baik. Hal tersebut terlihat dari rasio kemampuan cakupan bunga (interest coverage ratio) korporasi yang berada pada posisi meningkat.
Selain dari sisi korporasi, permintaan kredit dari sektor rumah tangga, seperti kredit konsumsi, KPR, dan multiguna, juga menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi perbankan untuk terus memperluas penyaluran pembiayaan.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Pertumbuhan DPK dan tantangan likuiditas
Di sisi lain, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat berada di angka 8,22 persen, yang tidak setinggi pertumbuhan kredit yang mencapai 13,26 persen.
Meski demikian, BI tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang longgar namun terukur untuk memastikan perbankan memiliki likuiditas dan permodalan yang memadai guna melanjutkan ekspansi kredit.