Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. ANTARA/Winda Herman
Wali Kota Ambon Siapkan Sayembara untuk Ungkap Pelaku Pembakaran Lahan
Whisnu Mardiansyah • 22 October 2026 08:30
Ambon: Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena menyiapkan sayembara berhadiah bagi masyarakat yang dapat memberikan informasi disertai bukti mengenai pelaku pembakaran lahan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap pihak yang diduga memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Ambon, Maluku.
“Saya sudah minta camat membuat sayembara kepada masyarakat. Kalau ada yang bisa membuktikan seseorang membakar lahan, kita kasih hadiah. Orang yang membakar itu harus ditangkap,” kata dia di Ambon, Maluku, seperti dilansir Antara, Rabu, 21 Oktober 2026.
Bodewin mengatakan kebakaran lahan masih berulang di sejumlah kawasan di Ambon meskipun petugas telah melakukan upaya pemadaman. Kondisi ini mendorong pemerintah kota untuk mengambil langkah tegas guna mencegah kebakaran serupa kembali terjadi.
Ia menduga kebakaran hutan dan lahan tersebut berkaitan dengan aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar maupun tindakan pembakaran yang disengaja. Karena itu, masyarakat diminta ikut membantu mengidentifikasi dan melaporkan pihak yang diduga bertanggung jawab kepada kepolisian.
Di tengah penanganan kebakaran, Pemerintah Kota Ambon juga memantau perkembangan kualitas udara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP).
Berdasarkan data yang diterima Bodewin, kualitas udara di Ambon secara umum masih berada dalam batas normal dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Meski demikian, parameter ozon (O?) menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan melalui pemantauan berkala.
Bodewin menjelaskan, pemerintah kota akan mempertimbangkan langkah antisipasi apabila kualitas udara mencapai tingkat yang berisiko bagi kesehatan masyarakat. Kebijakan yang dapat dipertimbangkan antara lain pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara.
.jpg)
Kondisi kebakaran di lahan gambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. ANTARA/Agus Suprayitno.
Mengenai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ia mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menghubungkan seluruh kasus dengan kabut asap. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan penderita asma.
“Kalau tidak berkepentingan, tetap di rumah saja, tidak usah keluar,” ujarnya.
Bodewin berharap keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi dan bukti dugaan pembakaran lahan dapat membantu mengurangi kejadian kebakaran berulang. Upaya tersebut juga diharapkan mendukung perlindungan lingkungan serta menjaga kesehatan warga Kota Ambon.