Kondisi Jasad Korban KM Virgo Sulit Dikenali, DVI: Tes DNA Jadi Langkah Terakhir

Personel tim SAR gabungan mengangkat satu dari lima jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 yang berhasil ditemukan melalui penyelaman bawah air dalam operasi hari ke-16 di perairan Laut Jawa, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Basarnas

Kondisi Jasad Korban KM Virgo Sulit Dikenali, DVI: Tes DNA Jadi Langkah Terakhir

Lukman Diah Sari • 28 September 2026 23:00

Banjarmasin: Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri mengupayakan tes DNA menjadi langkah terakhir dalam proses identifikasi korban meninggal kapal motor (KM) Virgo Transport 8.

"Jika semua langkah pemeriksaan jasad tidak juga bisa dikenali, maka baru tes DNA dikirim ke Jakarta," kata Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr. Wahyu Hidayati di Banjarmasin, Senin malam, 28 September 2026, melansir Antara.


Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati menjelaskan proses tes DNA terhadap korban Kapal Virgo di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Senin malam (28/9/2026). ANTARA/Firman.

Wahyu memohon kepada pihak keluarga agar dapat bersabar menunggu hasil identifikasi mengingat banyaknya jasad yang diperiksa. Namun, dia memastikan tim Disaster Victim Identification (DVI) telah bekerja sekuat tenaga melakukan pemeriksaan setiap jasad yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Dia mengemukakan, kedatangan jasad korban dari hasil temuan evakuasi secara periodik setiap harinya membuat kerja tim DVI harus ekstra siaga 1x24 jam untuk menangani jenazah. Wahyu menambahkan, kondisi jasad sebagian besar kini sudah sulit dikenali sehingga diperlukan banyak data pembanding antemortem dari pihak keluarga.

"Jika semua item pembanding sudah tidak bisa, maka terakhir berharap pada DNA. Namun, waktunya tidak singkat, butuh waktu paling cepat lima hari setelah sampel DNA diterima Pusdokkes Polri di Jakarta," tambahnya.

Hingga Senin malam, 28 September 2026, total 70 jenazah korban KM Virgo Transport 8 telah diterima di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Sebanyak 41 korban di antaranya telah teridentifikasi, sedangkan 29 jasad lainnya belum teridentifikasi.

(Lukman Diah Sari)