Palestina Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Diplomat Eropa dan Tokoh Gereja

Palestina mendesak tindakan internasional setelah pemukim Israel menyerang delegasi diplomatik Eropa di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Palestina Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Diplomat Eropa dan Tokoh Gereja

Willy Haryono • 18 October 2026 10:35

Gaza: Palestina mendesak tindakan internasional segera diambil setelah para pemukim Israel menyerang diplomat Eropa dan perwakilan gereja di Tepi Barat pada Sabtu kemarin.

Mengutip Anadolu, Minggu, 18 Oktober 2026, Palestina menyebut insiden tersebut sebagai bukti lebih lanjut dari “terorisme pemukim yang terorganisasi."

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan para pemukim Israel mencegat sebuah delegasi di dekat Kota Taybeh, sebelah timur Ramallah, yang terdiri atas konsul Prancis dan Belgia, seorang perwakilan Polandia, serta pejabat Gereja Katolik.

Serangan tersebut juga mencakup penyerangan terhadap seorang wali kota asal Prancis dan perusakan kendaraan konsuler Belgia, menurut kementerian tersebut.

Kementerian tersebut menuduh pemerintah Israel melindungi para pelaku dan menciptakan iklim impunitas. Palestina mendesak komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk melindungi warga Palestina dan perwakilan asing serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

Rekaman yang ditayangkan media Israel memperlihatkan para pemukim Israel bertopeng membawa tongkat dan batu serta mengancam orang-orang di dalam kendaraan delegasi. Salah satu kendaraan terlihat mengalami kerusakan dengan kaca jendela pecah.

Gambaran Kekerasan Setiap Hari

Radio militer Israel melaporkan bahwa tujuh penyerang bertopeng tiba menggunakan kendaraan off-road. Mereka mengepung sebuah mobil diplomatik dan meminta para penumpangnya menunjukkan identitas sebelum memecahkan kaca kendaraan konsuler Belgia.

Menurut laporan radio tersebut, meski telah menerima informasi lokasi delegasi dan rekaman insiden dalam hitungan menit, tentara dan polisi Israel baru tiba tiga jam kemudian.

Militer Israel menyebut serangan itu sebagai “insiden kekerasan serius." Namun, militer mengklaim delegasi tersebut tidak mengoordinasikan kunjungannya terlebih dahulu dan tidak ada tentara yang berada di lokasi kejadian.

Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menyebut serangan tersebut sebagai gambaran kekerasan yang dihadapi warga Palestina setiap hari. Ia mendesak komunitas internasional memberikan respons tegas.

Serangan oleh para pemukim Israel meningkat selama musim panen zaitun yang dimulai awal bulan ini.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan 40 serangan dan pelanggaran oleh pasukan serta pemukim Israel terhadap petani, lahan pertanian, dan tanaman zaitun pada Sabtu. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Delegasi Diplomatik Tiga Negara Eropa Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat

(Willy Haryono)