Direktur Strategi Pembiayaan Kemenkeu Hidayat Amir memaparkan strategi pengelolaan APBN dalam forum IEO 2027 di FEB UI. (Foto: Ist)
Bank Dunia hingga Kemenkeu Ungkap Strategi Jaga Ketahanan Fiskal RI di IEO 2027
Patrick Pinaria • 5 October 2026 14:08
Jakarta: Indonesia Economic Outlook (IEO) 2027 telah menggelar forum bertema 'Fiscal Discipline in a Changing Landscape: Reassessing Indonesia’s Fiscal Space Amid Domestic Priorities and Global Pressures'. Disiplin fiskal dan ruang fiskal Indonesia menjadi sorotan dalam forum yang digelar di Auditorium BCA, Gedung MM FEB UI Salemba itu.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai lembaga dan institusi, yakni Ekonom Senior Bank Dunia Mehwish Ashraf, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Hidayat Amir, Chief Executive Officer Sucor Sekuritas Bernadus Setya Ananda Wijaya, Direktur Penelitian Prasasti Center for Policy Studies Adhi Nugroho Saputra, serta Direktur Eksekutif The PRAKARSA Victoria Fanggidae, Ph.D. Diskusi dipandu oleh Ekonom Bank Central Asia Samuel Artha.
Dalam opening remarks, Mehwish Ashraf menegaskan disiplin fiskal tidak berarti menentang pertumbuhan. Menurutnya, disiplin fiskal diperlukan agar pertumbuhan dapat menjadi investasi yang layak.
"Kebijakan fiskal akan berjalan lebih efektif jika dibarengi dengan reformasi di sisi penawaran," ujar Mehwish.
Ia juga menyoroti sejumlah prinsip untuk menjaga ketahanan fiskal Indonesia, mulai dari transparansi risiko fiskal, pemilihan program pemerintah yang terukur, hingga investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia.
Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi panel diskusi yang menghadirkan perspektif pemerintah, swasta, peneliti, dan organisasi non-pemerintah.
Suasana sesi panel diskusi Indonesia Economic Outlook (IEO) 2027 yang menghadirkan perspektif lintas sektor mulai dari pemerintah, swasta, hingga peneliti. (Foto: Ist)
Dari sisi pemerintah, Hidayat Amir menjelaskan Indonesia masih mencatat sejumlah capaian di tengah kondisi global. Hal tersebut antara lain terlihat dari kemiskinan ekstrem yang mendekati nol, kemudahan akses kesehatan melalui BPJS, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan stabil dibandingkan negara lain.
Hidayat juga menekankan pentingnya pengelolaan APBN dan APBD sebagai satu kesatuan, bukan sebagai komponen yang saling dipertentangkan.
Sementara itu, Bernadus Setya Ananda Wijaya menyoroti ruang kebijakan yang semakin terbatas akibat tekanan global. Ia menekankan pentingnya kepastian regulasi dan arah kebijakan bagi dunia usaha dan investor.
Menurut Bernadus, perubahan kebijakan secara mendadak, seperti terkait royalti atau pajak, dapat berdampak terhadap kepercayaan investor.
Dari perspektif peneliti, Adhi Nugroho Saputra menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi saat ini belum sepenuhnya didorong oleh sektor swasta dan dampaknya belum dirasakan secara merata.
"Kredit investasi yang tumbuh sekitar 25 persen sebagian besar masih ditopang oleh bank Himbara. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun belum banyak terasa karena pertumbuhan lapangan kerja melambat di bawah angka 1 persen dan lebih didominasi oleh pekerjaan informal," ujarnya.
Adapun Victoria Fanggidae menilai ruang fiskal perlu dibangun melalui penerimaan yang sehat dan diarahkan pada kebijakan yang berkeadilan serta mampu menghadapi tekanan eksternal.
Ia menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan fiskal, antara lain melalui perluasan basis pajak penghasilan, pelaksanaan audit insentif pajak dengan standar yang sama, serta penyediaan jaring pengaman sosial bagi masyarakat kelas bawah.
Sesi foto bersama usai penyerahan apresiasi kepada para narasumber yang hadir membagikan wawasan terkait strategi ketahanan fiskal dalam IEO 2027 Forum. (Foto: Ist)
Forum kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab bersama peserta yang berasal dari kalangan pengusaha, analis kebijakan, dan mahasiswa. Sejumlah isu dibahas, mulai dari rumitnya perizinan usaha, transfer ke daerah, ekonomi kreatif, hingga ketahanan fiskal apabila terjadi guncangan pangan dan energi pada 2027.
Melalui forum tersebut, para narasumber menekankan bahwa disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi bukan dua hal yang bertentangan. Kualitas belanja, kredibilitas kebijakan, dan kepastian regulasi menjadi bagian penting agar ruang fiskal Indonesia dapat dimanfaatkan secara produktif di tengah tekanan global.
Melalui Forum 2027, IEO kembali menegaskan komitmennya untuk menyediakan analisis berbasis data dan ruang dialog bagi publik, akademisi, serta pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pembangunan Indonesia di tengah ruang fiskal yang terbatas dan tantangan global yang semakin kompleks.