Kelompok pejuang Hamas yang menguasai Gaza. Foto: Anadolu
Hamas Bantah Tuduhan Israel soal Aktivitas Militer di RS Gaza
Muhammad Reyhansyah • 8 October 2026 11:02
Gaza: Hamas membantah klaim Israel bahwa sebuah rumah sakit di Gaza utara digunakan untuk aktivitas militer.
Hamas menyebut tuduhan tersebut “palsu dan tidak berdasar” setelah serangan Israel yang mematikan terjadi di dekat fasilitas kesehatan tersebut pada Rabu 7 Oktober 2026.
Mengutip Anadolu, militer Israel mengklaim dua warga Palestina keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan dan salah satunya memasang bahan peledak yang disebut dibawa dari dalam fasilitas tersebut sebelum keduanya menjadi sasaran dan tewas.
Militer Israel mengidentifikasi salah satu korban sebagai Mohammed Tamous. Israel mengklaim Tamous merupakan anggota sayap bersenjata Hamas yang juga bekerja untuk Pertahanan Sipil Palestina.
Namun, mereka tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim bahwa bahan peledak dipindahkan dari rumah sakit atau bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan militer.
Hamas mengatakan tuduhan berulang Israel terkait rumah sakit, termasuk klaim bahwa para pejuang keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan, merupakan “palsu dan tidak berdasar”.
Kelompok tersebut mengatakan tuduhan itu mengulangi klaim Israel sebelumnya bahwa Hamas memiliki pusat komando di dalam rumah sakit, yang menurut Hamas telah terbantahkan.
Hamas menuduh Israel menggunakan tuduhan tersebut sebagai dalih untuk menargetkan rumah sakit dan fasilitas sipil lainnya di Gaza.
Sebelumnya pada Rabu, seorang petugas medis Pertahanan Sipil Palestina meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel saat hendak membantu korban luka di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, menurut sumber medis.
Sumber tersebut mengatakan pesawat Israel kembali menyerang kawasan itu ketika petugas medis tersebut sedang menuju lokasi.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya, menurut data Palestina. Perang tersebut juga telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah Gaza.
(Razaqa Hariz)