Organisasi Mahasiswa Harus Kedepankan Manfaat bagi Bangsa

Pelantikan pengurus PB SEMMI periode 2026-2029. Foto: Istimewa.

Organisasi Mahasiswa Harus Kedepankan Manfaat bagi Bangsa

Anggi Tondi Martaon • 9 October 2026 06:33

Jakarta: Kepemimpinan organisasi mahasiswa dinilai harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sebab, hal itu merupakan etika dalam menjalankan organisasi.

"Kepemimpinan organisasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjaga marwah organisasi," kata Lajnah Tanfidziyag Syarikat Islam, Hamdan Zoelva melalui keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Hamdan saat melantik Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026-2029. Hamdan menegaskan, kepemimpinan organisasi mahasiswa tidak hanya membutuhkan kapasitas intelektual dan kemampuan organisatoris.

"Tetapi juga etika, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah," ujar Hamdan.
 


Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny menyampaikan dirinya bakal menjalankan pedoman yang disampaikan Hamdan Zoelva tersebut. Menurut dia, jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi, tetapi amanah. 

"Karena itu, kita harus menjaga sikap, menjaga marwah organisasi, dan memastikan setiap langkah yang kita ambil memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” kata Donny.

Selain itu, Donny menyampaikan tema pelantikan yaitu Menjaga Persatuan, Menyatukan Gerakan, Menguatkan Indonesia. Tema tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru PB SEMMI untuk memperkuat persatuan internal, membangun solidaritas antarmahasiswa, serta menyatukan arah gerakan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

Dalam semangat persatuan tersebut, seluruh kandidat yang sebelumnya mengikuti kontestasi Kongres PB SEMMI dirangkul dan diberikan ruang untuk bersama-sama menjadi bagian dari kepengurusan periode 2026–2029. Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi.

Pelantikan pengurus PB SEMMI periode 2026-2029. Foto: Istimewa.

"Kita sudah melewati proses kongres dan hari ini waktunya kita menyatukan kembali seluruh kekuatan yang ada. Seluruh kandidat kita rangkul, karena setelah kompetisi selesai, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Yang ada adalah satu PB SEMMI, satu gerakan, dan satu tanggung jawab untuk membawa organisasi ini lebih maju,” ujar Donny.

Ia menegaskan bahwa semangat persatuan tersebut tidak hanya berlaku di internal SEMMI. Semantat tersebut juga harus dibangun melalui hubungan yang baik dengan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

Kehadiran GMNI, PII, PMKRI, KMHDI, HMI, LMND, Gemura, Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta dan berbagai elemen lainnya menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukan alasan untuk berhenti membangun persatuan. 

"Kita boleh berbeda dalam cara pandang dan gerakan, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masa depan bangsa,” ujar Achmad.

(Anggi Tondi)