Mahasiswa Dibekali Edukasi demi Tingkatkan Literasi Keuangan

EBC Financial Group Indonesia menyelenggarakan seminar edukasi ekonomi global. Foto: Dok istimewa

Mahasiswa Dibekali Edukasi demi Tingkatkan Literasi Keuangan

Eko Nordiansyah • 8 October 2026 21:12

Jakarta: Literasi keuangan dan literasi investasi menjadi keahlian krusial bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi pasar finansial melalui media sosial.

EBC Financial Group Indonesia Bersama Management Student Society Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MSS FEB UI) menyelenggarakan seminar edukasi ekonomi global.

Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group Sana Ur Rehman mengatakan, literasi makroekonomi bukan lagi sekadar pilihan bagi generasi saat ini. Keputusan bank sentral, perubahan kebijakan perdagangan, atau kejutan geopolitik kini lebih dulu sampai ke layar ponsel mahasiswa melalui feed media sosial.

"Keahlian yang sesungguhnya adalah belajar membaca data itu sendiri, bukan sekadar menelan mentah-mentah reaksi pasar," kata dia dalam EBC Beyond Market dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.

Acara ini dirancang membekali mahasiswa dengan taktik analitis dalam merespons dinamika pasar, agar tidak sekadar terjebak tren atau Fear of Missing Out (FOMO) dalam berinvestasi. Diskusi interaktif dibangun menggunakan point of questions framework berbasis data.

Senior Research Associate di IFG Progress sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ibrahim Kholilul Rohman menambahkan pentingnya sinergi akademisi dan industri. Menurut dia, sinergi antara dunia akademis dan industri sangat krusial di era ekonomi yang dinamis ini.

"Mahasiswa dibekali fondasi teori yang kuat di ruang kelas, namun mereka juga membutuhkan wawasan praktis tentang bagaimana kebijakan global dan sentimen pasar berinteraksi secara riil," ujar dia.


(EBC Financial Group Indonesia menyelenggarakan seminar edukasi ekonomi global. Foto: Dok istimewa)

Mahasiswa jadi sasaran tingkatkan literasi keuangan

Berdasarkan Survei OJK-BPS 2024, indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 65,43 persen. Sebagai generasi yang akan mendominasi pasar investasi ke depan, mahasiswa menjadi audiens strategis untuk didorong literasinya.

"Mengusung konsep Academic-Industry Dialogue, forum ini mempertemukan praktisi industri keuangan global dengan akademisi untuk menjembatani kesenjangan antara teori makroekonomi di kelas dan realitas pasar finansial yang bergerak cepat," kata Sana.

Inisiatif di Universitas Indonesia ini merupakan bagian dari program kemitraan akademik EBC secara global termasuk pembaruan kemitraan tiga tahun dengan Departemen Ekonomi University of Oxford untuk edukasi ekonomi publik, serta kemitraan valuta asing resmi dengan FC Barcelona.

Di Indonesia, komitmen EBC Financial Group tidak terbatas pada edukasi akademis. Memperingati Hari Kemerdekaan, EBC menggelar kompetisi demo trading untuk mempromosikan literasi risiko, serta terus menjalankan inisiatif "Berbagi Berkah" yang menyalurkan dukungan sosial bagi anak-anak di Yayasan Pondok Kasih Mandiri. 

(Eko Nordiansyah)