Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat, Hedi Ardia. Metrotvnews.com/ P. Aditya Prakasa
KPU Jabar Perkuat Sinergi Dengan Media Demi Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2024
P Aditya Prakasa • 7 September 2024 02:15
Bandung: Dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama menyukseskan yang akan betlangsung pada 27 November 2024. Tak terkecuali media massa yang juga memiliki peran penting dalam kontestasi Pilkada 2024.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat, Hedi Ardia, mengatakan sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk menyukseskan hajatan besar ini dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
"Ini adalah hajatan besar maka semuanya harus mengambil peran. Penyelenggara Pemilu dengan tupoksinya, kemudian pemerintah daerah juga dengan tugasnya, aparat keamanan dengan kewajibannya," kata Hedi di Bandung, Jumat, 6 September 2024.
| Baca: KPU Segera Terbitkan Aturan Pembatasan Dana Kampanye Peserta Pilkada 2024
|
Dia mengatakan, KPU Jabar menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 ini meningkat 2 persen atau menjadi 75 persen dibanding tahun sebelumnya dengan adanya peran media massa.
"Kami punya kepentingan besar kepada rekan-rekan media ini, agar partisipasi pemilu di Jawa Barat ini bisa naik minimal 2 persen dari angka pilkada sebelumnya 73 persen," jelasnya.
Sementara Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar, Tantan Sulthon, meminta insan pers tetap bersikap kritis dalam mengawal kepentingan-kepentingan masyarakat pada Pilkada 2024.
"Sebagai pilar keempat demokrasi, kita harus bersikap. Misalkan sekarang Humas KPU memberikan rilis, terus kita tulis copy paste aja sesuai itu. Kita harus kritisi juga (rilis KPU), ini sesuai ga dengan kepentingan masyarakat," ucap Tantan.
Dengan mengedepankan sikap kritis tersebut, kata dia, maka masyarakat pun tidak akan mudah dibodohi oleh janji-janji manis para calon kepala daerah.
"Sehingga masyarakat tidak dibutakan dengan hanya sekedar lipstik, di Instagram bagus, di YouTube bagus, di media sosial bagus dan temen-temen media juga malah larut membagus-baguskan," ujarnya.